Pikap Terjun ke Jurang 25 Meter Usai Tabrak Motor di Magetan
Kecelakaan di tikungan Telaga Wahyu, Magetan, melibatkan pikap L300 dan motor. Pikap terjun ke jurang 25 meter, satu orang terluka.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang nelayan asal Cilacap, Sunardi, 30, hilang setelah kapal yang ditumpanginya terbalik akibat diterjang ombak besar di pintu masuk pelabuhan Tanjung Adikarto, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Jumat (10/1/2014).
Kejadian tersebut berawal saat warga Dusun Garong, Desa Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan tersebut berangkat dari tempat pelelangan ikan (TPI) Karangwuni bersama dengan temannya, Wagiran, 33, untuk melaut sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat keduanya hendak melewati pintu masuk pelabuhan, tiba-tiba kapal mereka dihempas ombak besar setinggi lima meter hingga terbalik. Sunardi dan Wagiran terlempar, namun mereka sempat berpegangan pada badan kapal.
Gelombang kedua kembali datang yang membuat jaket pelampung Sunardi terlepas dan tubuhnya tidak tampak lagi dipermukaan air.
Saat kejadian, mereka berada sekitar 150 meter dari batas terluar batu pemecah ombak. Ketika itu, terdapat delapan kapal yang berangkat beriringan.
Kapal yang ditumpangi keduanya berada pada urutan kelima. Empat kapal di urutan terdepan berhasil sampai ke laut lepas setelah melewati pintu masuk pelabuhan tersebut.
“Ketika itu saya sempat berpegangan pada tali, karena ada beberapa nelayan yang segera menolong,” ujar Wagiran yang ditemui wartawan di sela-sela pencarian korban.
Menurutnya, beberapa hari terakhir ombak di Glagah tinggi, bahkan kemarin, Kamis (9/1/2014) mereka tidak melaut. Ia mengaku sudah empat kali mengalami kejadian kapal terbalik selama menjadi nelayan, akan tetapi kejadian kali ini yang paling parah karena menghilangkan salah satu temannya.
Sebagai nelayan, ia menyadari pekerjaannya yang berisiko tetapi karena terdesak kebutuhan ekonomi maka hal tersebut diabaikannya. “Yang penting sudah menggunakan pelampung,” tukasnya.
Tim gabungan dari SAR Korwil V Kulonprogo, aparat kepolisian dan masyarakat masih melakukan pemantauan dan penyisiran di lokasi kejadian. Satu tim menyusuri lokasi kejadian ke arah barat, sementara lainnya ke arah timur.
Komandan SAR Korwil V Kulonprogo, Sukarman, mengatakan, penyisiran akan dilakukan selama tiga hari. “Kami menyiagakan lebih dari 10 personel untuk menemukan korban,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan di tikungan Telaga Wahyu, Magetan, melibatkan pikap L300 dan motor. Pikap terjun ke jurang 25 meter, satu orang terluka.
Dua penyu ditemukan mati di Pantai Sepanjang dan Nglolang Gunungkidul dalam dua hari. Bangkai langsung dievakuasi dan dikubur.
PSS Sleman resmi melepas Muhammad Kanu Helmiawan ke Persiku Kudus dengan status transfer permanen jelang Super League 2026/2027.
BNPB mengintensifkan OMC untuk memicu hujan guna membantu pemadaman karhutla Kalimantan dan menyiagakan 30 helikopter.
Pemerintah membagi penanganan karhutla per wilayah dan memprioritaskan enam provinsi, dengan pengerahan 12.880 personel.
Regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran dibatalkan Disdikpora Kulonprogo setelah mendapat penolakan warga karena lokasi sekolah lebih jauh.