Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Banjir yang melanda wilayah Desa Cerme, Kecamatan Panjatan Kulonprogo, Kamis (9/1/2014) lalu memakan korban jiwa.
Dirjo Utomo, 76, warga Pedukuhan X desa setempat ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengapung di sebuah sawah yang terendam banjir, Jumat (10/1/2014) pukul 11.30 WIB.
Lokasi penemuan jasad kakek itu berada sekitar 25 meter dari rumahnya. Tidak ada yang mengetahui persis awal mula kejadian yang menyebabkan terceburnya si kakek ke sawah hingga akhirnya meninggal.
Kepala Desa Cerme, Suroto mengungkapkan, saat ini Dirjo tinggal seorang diri di rumah karena ada keluarganya yang tengah di rawat di rumah sakit.
Dia menduga, kakek tersebut tercebur ke sawah ketika penyakit epilepsinya kambuh. Kebetulan pula genangan air di sawah akibat banjir masih cukup tinggi.
"Dia (korban) memang sudah lama mengidap epilepsi dan sering kambuh. Kebetulan rumahnya dekat dengan sawah. Sementara kondisi sawah tergenang air cukup tinggi pada Kamis [9/1/2014] malam," paparnya kepada Harianjogja.com, Jumat (10/1/2014).
Lebih lanjut, Suroto mengungkapkan, jasad kakek tersebut baru terlihat ketika genangan di persawahan itu sudah surut.
Dia mengatakan, genangan air berangsur surut setelah hujan yang kembali mengguyur sejak Kamis (9/1/2014) malam akhirnya mereda esok paginya.
Banjir yang terjadi di wilayah Cerme ternyata juga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Kembali Suroto menjelaskan, ada sekitar 30 hektar lahan pertanian terendam banjir. Sementara petani setempat baru saja melakukan penanaman bibit padi.
Kapolsek Panjatan, Ajun Komisaris Polisi Slamet mengungkapkan, korban meninggal murni kecelakaan. Pihaknya tidak menemukan indikasi adanya bekas penganiayaan di tubuh si kakek.
"Dari keterangan warga katanya korban juga menderita epilepsi. Jadi kemungkinan besar korban kecebur ke sawah saat penyakitnya kambuh," papar Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Malaysia U16 merebut posisi ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania 4-0 di Supersoccer Arena.
Bulog menyiagakan 93.782 ton beras untuk penanganan gempa NTT, termasuk kebutuhan korban, masa tanggap darurat, dan bantuan pangan tiga bulan.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan. Total lahan terbakar mencapai 1.006,67 hektare.
TNI AU melakukan water bombing untuk memadamkan karhutla di Palembang. Kabut asap juga membuat dua penerbangan Jakarta-Jambi dialihkan.