Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan setiap tahun bisa membangun dua gedung perkantoran.
Kebutuhan gedung itu untuk memindahkan sejumlah kantor dinas instansi pelayanan masyarakat yang sekarang masih tersebar di sejumlah lokasi.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantul Fenti Yusdayanti mengatakan 2013 lalu sudah menyelesaikan dua gedung perkantoran yang ditangani langsung Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Plot untuk penempatan Kantor Arsip Daerah dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
“Ya tiap tahun rencana kami memang bisa membangun dua atau tiga gedung untuk kantor baru di Manding,” kata Fenti Yusdayanti, Jumat (10/1/2014).
Menurut Fenti target tersebut sejalan dengan pemanfaatan aset lahan di kawasan Manding yang memang menjadi sentra perkantoran. Tujuannya, agar masyarakat mudah melakukan kebutuhan pengurusan pelayanan.
“Secara teknis pelaksanaan pembangunan gedung kantor ini ditangani langsung DPU. Kami bertugas menginventarisasi aset yang ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Hari pertama Cherrypop 2026 di Candi Prambanan menyatukan beragam genre, menghadirkan musisi “mitos”, pop Jawa, hingga musisi Jepang.
Studi terhadap hampir 67.000 wanita pascamenopause menemukan Planetary Health Diet dikaitkan dengan risiko kardiovaskular 28% lebih rendah.
Vivo V70 Lite 4G dikabarkan hadir dengan baterai 8.100mAh, pengisian 44W, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 50MP.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.