Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menyatakan penumpukan eceng gondok pada saluran Hosairo dan Zen menjadi pemicu terjadinya dua kali banjir dalam sebulan ini.
Kepala BPBD Kulonprogo, Untung Waluyo menyatakan, kondisi dua saluran irigasi utama itu kondisinya sangat memprihatinkan.
Dalam pemantauan lapangan, Untung mendapati eceng gondok tumbuh subur sehingga menyumbat aliran. Imbasnya, lantaran tidak mampu menampung limpahan air hujan, maka air pun meluber ke perkampungan dan area persawahan.
"Apalagi intensitas hujan pada Januari ini sangat tinggi. Tentu jika aliran air tidak lancar mengalir akan semakin sering pula banjir terjadi," ujar Untung, Jumat (10/1/2014).
Ke depan Untung akan berupaya berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Serayu Opak untuk mengupayakan pengangkatan eceng gondok dari sepanjang aliran sungai. Hal itu mengingat kewenangannya berada di instansi itu.
"Harapannya pihak Balai Besar melakukan normalisasi sungai sehingga bisa mencegah ancaman banjir," tandasnya.
Untung menyatakan, dua kali banjir dalam rentang waktu kurang dari sebulan harus segera diwaspadai agar tidak mendatangkan kerugian lebih besar.
Banjir yang kembali melanda Kulonprogo, Kamis (9/1/2014) lalu merupakan musibah kedua dalam rentang waktu tiga pekan.
Banjir pertama terjadi 20 Desember lalu akibat hujan mengguyur selama 12 jam. Hanya saja, skala banjir pertama lebih besar dibanding banjir yang baru saja terjadi Kamis lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.