Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
A doctor puts his hand over his chest during a "House call" rally against proposed healthcare reform legislation at the Capitol in Washington November 5, 2009. REUTERS/Kevin Lamarque (UNITED STATES POLITICS HEALTH CONFLICT)
Harianjogja.com, BANTUL-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bantul bakal memperbanyak aksi sosial di masyarakat untuk meningkatkan kualitas anggota serta peran lembaga ini bagi warga.
Aksi sosial itu dibahas dalam rapat kerja IDI Bantul, Sabtu (11/1/2014). Ketua IDI Bantul Sagiran mengatakan, memperbanyak aksi sosial dipilih karena bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Aksi sosial tersebut antara lain berupa kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat tentang penyakit maupun gaya hidup sehat, deteksi dini penyakit serta pemberian bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rangkaian kegiatan itu bakal dilaksanakan oleh Divisi Pengabdian Masyarakat.
“Aksi sosial ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan IDI,” ujarnya.
Selain itu, IDI juga berkomitmen meningkatkan kualitas anggotanya melalui berbagai pelatihan. Pelatihan seperti USG dasar, sirkumsi misalnya, penting bagi dokter yang tergabung dalam IDI Bantul.
Dalam rapat kerja yang berlagsung akhir pekan lalu tersebut, IDI Bantul berambisi tak hanya menopang kualitas anggotanya namun juga menjadi organisasi yang berwibawa di tingkat nasional bahkan internasional lewat berbagai pengabdian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.