Sawah di Bantul Subur, tapi Lahan Cepat Susut untuk Pembangunan

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Selasa, 14 Januari 2014 08:30 WIB
Sawah di Bantul Subur, tapi Lahan Cepat Susut untuk Pembangunan

Alat berat jenis backhoe menguruk serta meratakan tanah di lahan yang akan dijadikan perumahan, di kawasan persawahan Ciganitri, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2013). Kementerian Pertanian mengatakan saat ini setiap tahun lahan pertanian berkurang mencapai 100.000 ha akibat alih fungsi untuk perumahan, industri atau pembangunan jalan. (Rachman/JIBI/Bisnis)

Harianjogja.com, BANTUL- Lahan pertanian di dua kecamatan di Bantul tergolong subur untuk ditanami, namun sayangnya lahan tersebut cepat menyusut untuk kegiatan pembangunan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bantul Yuni Anti Setyorini menyebutkan yakni di Kecamatan Sewon dan Baguntapan.

Di Sewon, rata-rata sawah ditanami hingga tiga kali dalam setahun. "Hasil panennya pun di atas rata-rata," ungkap Yuni, Minggu (12/1/2014).

Di Kecamatan Banguntapan, lahan pertanian bisa ditanami hingga tiga kali dalam setahun, hanya saja rata-rata produktivitas padi masih sama dengan wilayah lainnya di Bantul yaitu 6,8 ton per hektare.

Satu lagi, yakni Kecamatan Kasihan juga tergolong cepat mengalami penyusutan lahan pertanian. Namun, tingkat kesuburan lahan di wilayah ini masih berada di bawah Kecamatan Sewon dan Banguntapan.

"Kalau kecamatan Kasihan memang lebih rendah, setahun rata-rata hanya digunakan sekali tanam," tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online