ARTIKEL NEW YORK TIMES : Hotel di Jogja Tidak Berciri Lokal

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Rabu, 15 Januari 2014 08:54 WIB
ARTIKEL NEW YORK TIMES : Hotel di Jogja Tidak Berciri Lokal

Harianjogja.com, JOGJA-  Sekretaris Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranawa Eryana menyampaikan DIY memiliki 9.500 kamar, sedang pada 2014 diperkirakan 3.000 kamar baru terealisasi. Dalam waktu dekat, sekitar 5.000 kamar akan dibangun. Dengan jumlah tersebut, ia menilai DIY siap menampung serbuan turis dalam dan luar negeri.

Hanya, imbuhnya, dari sekian hotel baru yang bertumbuh masih sedikit yang bergaya Jogja. Mayoritas hotel baru berdiri dengan gaya arsitektur Eropa.
“Jogja istimewa ironisnya, hotel berciri Jogja sedikit ini yang dikeluhkan wisatawan. Diperlukan peran masyarakat dan pemerintah untuk menggarap konsep hotel di Jogja,” jelasnya, Selasa (14/1/2014).

Tidak kalah penting, setiap pihak juga wajib menciptakan wisata alternatif. Pasalnya hingga saat ini wisatawan masih terfokus pada Malioboro, Kraton, Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Adapun DIY dikenal dengan kekayaan alam, pendidikan dan budaya. Setiap potensi tersebut dapat digarap secara profesional, inovatif dan dikemas menarik untuk memberikan pilihan bagi wisatawan.

“Ada banyak macam wisata, misal wisata khusus, wisata ekstrem, wisata kuliner, wisata budaya, wisata pendidikan dan lainnya. DIY pun semua, contoh wisata alam di Gunungkidul, disusul Kulonprogo. Wisata pendidikan ke UGM atau kampus lain. Bisa juga sekadar melihat latihan tari dan lain lagi yang bisa digarap,” kata Deddy.

Sebagai tambahan pusat informasi wisata sebaiknya diperbanyak dan disebarkan. Fasilitas penunjang seperti brosur dan peta juga wajib dipenuhi untuk memudahkan wisatawan bepergian.

Deddy menambahkan, DIY memiliki sejumlah bangunan kuno maupun tempat yang menarik di setiap sudut. Namun hanya sedikit lokasi yang menempelkan petunjuk atau keterangan. Sementara wisatawan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ke depan diharapkan petunjuk menggunakan dua bahasa dapat segera dilengkapi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online