Angin Kencang Masih Mengancam Bantul

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Rabu, 15 Januari 2014 13:14 WIB
Angin Kencang Masih Mengancam Bantul

Ilustrasi angin kencang (JIBI/Solopos/Dok.)

Harianjogja.com, BANTUL-Bencana angin kencang diprediksi masih mengancam Kabupaten Bantul hingga Februari mendatang saat musim hujan diperkirakan berakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, potensi angin kencang diprediksi masih akan terjadi sebab berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi cuaca ekstrem yang berubah-ubah dan memicu angin kencang selama musim penghujan kali ini.

Cuaca ekstrem tersebut, katanya, kondisi cuaca yang kadang-kadang terjadi hujan deras namun juga kerap terjadi cuaca panas. Kondisi yang berubah-ubah itu menyebabkan perbedaan tekanan suhu di sekitarnya yang menjadi pemicu munculnya angin kencang.

"Lihat saja beberapa hari ini. Kadang sehari hujan kadang sehari besoknya panas lagi. Kalau hujan saja terus menerus potensi angin kencang justru tidak ada. Ancaman bencana ini diprediksi berakhir hingga musim hujan selesai, diperkirakan Februari," terang Dwi Senin (13/1/2014).

Selain cuaca yang terus berubah, posisi geografis Kabupaten Bantul yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, menurut dia, menambah potensi munculnya angin kencang dibanding daerah lainnya di DIY.

Di sejumlah kecamatan potensi bencana tersebut bisa menjadi sangat besar. Sejauh ini Kota Bantul, Sewon, Imogiri, Pundong dan Kecamatan Jetis merupakan daerah paling rawan dilanda angin kencang.

"Karena daerah-daerah itu dikelilingi perbukitan yang memudahkan tersapu angin kencang. Ibaratnya wajan untuk memasak, daerah-daerah itu terutama Kota Bantul berada di bagian tengah," imbuhnya.

Namun ia memastikan, bencana tersebut bukan merupakan puting beliung hanya angin kencang, sebab sebaran angin yang cenderung merata dan tak terfokus di suatu tempat seperti kisaran angin puting beliung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online