Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL-Bencana angin kencang tak hanya menyebabkan puluhan rumah dan infrastruktur publik rusak. Angin kencang juga memicu gelombang tinggi sehingga nelayan pantai Selatan tak dapat melaut.
Nelayan Pantai Samas Bantul Sadino mengungkapkan, nelayan di tempatnya tak melaut sejak dua minggu terakhir lantaran ketinggian gelombang mencapai hingga empat meter.
"Kalau memaksakan melaut, hasil tangkapan juga kecil paling hanya dapat udang," tutur Sadino, Senin (13/1/2014).
Dari 15-17 perahu nelayan yang biasanya pulang membawa tangkapan hasil laut, hanya 3-4 perahu yang membawa tangkapan itu pun hanya udang saat cuaca ekstrem seperti sekarang.
Namun, memasuki pertengahan pekan ini, gelombang laut menurut dia, sudah mulai mereda. Nelayan Samas rencananya akan kembali melaut dalam pekan ini.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, potensi angin kencang diprediksi masih akan terjadi.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi cuaca ekstrem yang berubah-ubah dan memicu angin kencang selama musim penghujan kali ini. Cuaca seperti ini diprediksi akan berlangsung hingga Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.
Penelitian University of Ottawa ungkap serangan jantung dapat memicu gangguan otak dan meningkatkan risiko depresi.
Arsenal siap angkat trofi Liga Inggris di laga kontra Crystal Palace malam ini. Mikel Arteta langsung fokus bidik gelar ganda jelang final UCL.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.