Bukan Sekadar Liburan, Ini Tren Wisata 2026 yang Diburu Turis
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto SISWA INKLUSI-Pelajar berkebutuhan khusus (inklusi) yang menderita gangguan pada penglihatan, Novi Titi Purwani, mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) di SMK Negeri 8, Solo, Senin (16/4). Naskah soal Ujian Nasional bagi peserta inklusi dibacakan pembimbing karena tidak ada yang dicetak menggunakan huruf Braille.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan memberi pelatihan pendidikan inklusi. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan tenaga pengajar bagi anak berkebutuhan khusus tahun ini.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji beralasan, pelatihan pendidikan inklusi tersebut didasarkan pada fakta di mana keberadaan guru pendamping untuk pendidikan inklusi di DIY jumlahnya terbatas.
Hingga kini, jumlah guru pendamping untuk pendidikan inklusi di DIY sebanyak 400 orang. Jumlah tersebut dinilai masih minim untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan inklusi.
Pelatihan pendidikan inklusi tersebut, katanya, diharapkan seluruh guru dan sekolah mampu melayani anak berkebutuhan khusus.
"Untuk mengatasi masalah itu, kami akan melatih seluruh guru agar dapat menangani anak berkebutuhan khusus. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan bagi sekolah bila tidak memiliki guru inklusi," kata Aji, belum lama ini.
Pengajar untuk anak berkebutuhan khusus, jelas Aji, seharusnya memiliki latar belakang pendidikan luar biasa sehingga dapat memahami secara tepat metode belajar anak berkebutuhan khusus.
Namun, pelatihan tersebut dinilai sudah cukup memberikan pemahaman bagi guru untuk menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) secara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan.
"Dengan pelatihan pendidikan inklusi ini kami akan mewajibkan seluruh sekolah di DIY untuk dapat menyelenggarakan pendidikan inklusi. Prinsipnya jangan sampai ada yang menolak, apabila ada ABK yang mendaftar," tegas Aji.
Hingga kini, terdapat 68 Sekolah Luar Biasa (SLB) di DIY. Padahal jumlah ABK di DIY cukup banyak. "Kami bertekad Jogja untuk terus mengembangkan pendidikan inklusif. Prinsip pendidikan inklusif di sekolah itu penting tanpa melihat latarbelakangnya, sekolah labs juga harus bisa diakses untuk ABK," ujar Kepada Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana.
Menurutnya, meski banyak kota-kota lain yang mulai mendeklarasikan diri sebagai kota pendidikan tetapi Jogja memiliki standar sendiri sebagai kota pendidikan. Model atau sistem pendidikan yang dikembangkan, sambungnya, dengan mendirikan banyak sekolah inklusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Xpress Minggu 24 Mei 2026 dari Jogja ke Bandara YIA beserta tarif dan jam keberangkatan terbaru.
George Russell memenangi sprint race Formula 1 GP Kanada 2026 usai duel sengit melawan Kimi Antonelli dan Lando Norris di Montreal.
Harry Kane mencetak hat-trick saat Bayern Muenchen mengalahkan Stuttgart 3-0 dan menjuarai DFB-Pokal 2025/2026 di Berlin.
Barcelona menutup Liga Spanyol 2025/2026 dengan kekalahan 3-1 dari Valencia. Robert Lewandowski mencetak gol terakhirnya bersama Blaugrana.
Polda Jateng latih Bhabinkamtibmas jadi pelacak TB. Langkah ini untuk meningkatkan deteksi dini dan menekan kasus tuberkulosis.