Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang warga menemukan kotak berisi enam amunisi dari senjata organik saat mencangkul di Sungai Pelang, Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik, Jumat (17/1/2014) pukul 07.00 WIB. Kepolisian masih melakukan penyelidikan kepemilikan peluru tajam itu.
Amunisi dari senjata organik itu pertama kali ditemukan oleh Suryono, 45, warga Dusun Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik. Pada Jumat (17/1/2014) sekitar pukul 07.00 WIB ia tengah mencangkul guna mengambil pasir di kawasan Sungai Pelang, Desa Sinduharjo.
Setelah mencangkul beberapa kali tiba-tiba ia menemukan benda aneh. Yakni berupa kotak berwarna hitam dengan panjang sekitar 15 sentimeter dan lebar tidak lebih dari 10 sentimeter. Diketahui kotak itu berisi enam peluru aktif. Adapun nomor seri yang tertulis pada peluru tersebut yakni MS 144-60/7.
Kotak itu sendiri belum tampak rusak atau berkarat. Selain itu kondisi amunisi juga masih tampak bersih. Diduga pemilik meninggalkannya dalam waktu belum lama setelah ditemukan. Mengetahui temuan itu, Suryono kemudian memberitahukan kepada temannya yang masih satu dusun, yakni Suparno, 42. Setelah itu Suparno melaporkan temuan itu ke Mapolsek Ngaglik.
Panit Reskrim Polsek Ngaglik Ipda Irvan Andi menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan kepemilikan peluru aktif itu. Peluru tersebut biasanya dipergunakan untuk senjata organik laras panjang. Pihaknya mendapatkan laporan temuan itu dari Suparno. "Sedangkan Suryono yang menemukan saat mencangkul pasir," terang dia di Mapolsek Ngaglik.
Pada November 2013 silam, Polres Sleman juga mengamankan sekitar 84 peluru aktif. Sejumlah amunisi organik yang ditemukan diantaranya memiliki kode antara lain WRA 7,32, PIN 5,56, DEN 42, AD 49, PIN CT 7,62, AD 7,9, IK 5,9 dan FN 49. Sebagian besar kode itu merupakan peluru yang seharusnya tidak dimiliki oleh orang sipil. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Cek jadwal KSPN Jogja Sabtu 10 Oktober 2026 ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 10 Oktober 2026. Tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu, 10 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dengan keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 10 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 10 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.