Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang warga menemukan kotak berisi enam amunisi dari senjata organik saat mencangkul di Sungai Pelang, Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik, Jumat (17/1/2014) pukul 07.00 WIB. Kepolisian masih melakukan penyelidikan kepemilikan peluru tajam itu.
Amunisi dari senjata organik itu pertama kali ditemukan oleh Suryono, 45, warga Dusun Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik. Pada Jumat (17/1/2014) sekitar pukul 07.00 WIB ia tengah mencangkul guna mengambil pasir di kawasan Sungai Pelang, Desa Sinduharjo.
Setelah mencangkul beberapa kali tiba-tiba ia menemukan benda aneh. Yakni berupa kotak berwarna hitam dengan panjang sekitar 15 sentimeter dan lebar tidak lebih dari 10 sentimeter. Diketahui kotak itu berisi enam peluru aktif. Adapun nomor seri yang tertulis pada peluru tersebut yakni MS 144-60/7.
Kotak itu sendiri belum tampak rusak atau berkarat. Selain itu kondisi amunisi juga masih tampak bersih. Diduga pemilik meninggalkannya dalam waktu belum lama setelah ditemukan. Mengetahui temuan itu, Suryono kemudian memberitahukan kepada temannya yang masih satu dusun, yakni Suparno, 42. Setelah itu Suparno melaporkan temuan itu ke Mapolsek Ngaglik.
Panit Reskrim Polsek Ngaglik Ipda Irvan Andi menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan kepemilikan peluru aktif itu. Peluru tersebut biasanya dipergunakan untuk senjata organik laras panjang. Pihaknya mendapatkan laporan temuan itu dari Suparno. "Sedangkan Suryono yang menemukan saat mencangkul pasir," terang dia di Mapolsek Ngaglik.
Pada November 2013 silam, Polres Sleman juga mengamankan sekitar 84 peluru aktif. Sejumlah amunisi organik yang ditemukan diantaranya memiliki kode antara lain WRA 7,32, PIN 5,56, DEN 42, AD 49, PIN CT 7,62, AD 7,9, IK 5,9 dan FN 49. Sebagian besar kode itu merupakan peluru yang seharusnya tidak dimiliki oleh orang sipil. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Film Laut Bercerita tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda.
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 24–27 Agustus 2026. Simak wilayah perairan yang berpotensi terdampak.
Semarak Fun Run 6K di kawasan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi bagian dari rangkaian Transmigrasi Festival 2026.
Prabowo menambah 17 pesawat water bombing, 1.500 personel, serta 200 pompa untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.