BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen, APPI: Calon Debitur Hadapi Bunga Tinggi
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo mendatangi Stasiun Wates untuk meminta kejelasan seputar penggusuran kios pedagang di areal stasiun, setelah perwakilan pedagang kios Stasiun Wates mengadukan ketidakjelasan nasib mereka, Jumat (17/1/2014).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, mengatakan secara resmi pemkab Kulonprogo belum mendapat pemberitahuan dari PT KAI terkait rencana tersebut. “Sehingga ketika para pedagang mengadukan hal ini, maka kami mendatangi pihak stasiun untuk meminta penjelasan,” ujarnya.
Rencananya, bupati akan mengundang PT KAI untuk mempresentasikan master plan penataan kawasan stasiun Wates sehingga koordinasi bisa dilakukan secara menyeluruh.
Sri mengungkapkan, PT KAI melalui kepala Stasiun Wates menjelaskan, areal yang ditempati kios tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga perlu ditata ulang. Menurut mereka, kebijakan ini mendukung keberadaan bandara di Kulonprogo karena di stasiun tersebut juga akan beroperasi KRL pada 2016. Lokasi yang sekarang ditempati kios akan digunakan untuk lahan parkir.
Sejauh ini, pemkab akan melakukan survei lokasi yang dapat ditempati sementara oleh pedagang kios di Stasiun Wates, sehingga pedagang tetap dapat memiliki sumber pendapatan.
Didik Purwanto, 51, salah satu pedagang kios, mengaku sedikit lega dengan janji yang diberikan pemkab Kulonprogo untuk mengupayakan tempat berdagang sementara bagi mereka. “Tadi pagi kami menghadap wakil bupati dan pemkab mengaatakan belum mendapat tembusan langsung rencana penggusuran kios pedagang stasiun, sehingga pemkab pun meminta penangguhan pembongkaran ke stasiun,” jelasnya.
Terkait rencana pembongkaran kios yang dimulai Sabtu (18/1) sampai akhir Januari 2013, Didik mengatakan belum tahu apakah akan mengikuti aturan tersebut atau tidak. Prinsipnya, sebelum mendapat kepastian tempat relokasi sementara pedagang sedapat mungkin mempertahankan kiosnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pedagang yang menempati kios di areal Stasiun Wates cemas terhadap rencana penggusuran yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka merasa rugi dengan kegiatan yang bertujuan untuk menata kawasan stasiun ini karena PT KAI tidak menyediakan lahan relokasi.
Asisten Manajer Humas Daop VI PT KAI, Sugeng Muji Wibowo, menuturkan, dalam pertemuan yang telah diadakan tecapai kesepakatan target pengosongan kios pada 18 Januari 2014 . Terkait relokasi, PT KAI belum dapat menjanjikan tempat bagi pedagang baru. “Sampai sejauh ini tidak ada pembicaraan dengan manajemen terkait relokasi pedagang kios,” katanya beberapa waktu lalu. (Switzy Sabandar/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
Paraguay kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026. Gol cepat Galarza jaga peluang lolos meski bermain 10 orang.
Tips aman menghadapi pemadaman listrik di rumah, dari cegah kebakaran hingga lindungi perangkat elektronik.
Pertamina tambah stok Pertalite 10-18% di Jateng DIY jelang libur sekolah untuk antisipasi lonjakan konsumsi BBM.
Ibu hamil jadi korban bentrok silat di Karanganyar, alami retak tengkorak. Polisi tangkap satu pelaku, kasus masih dikembangkan.
Veda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai rival didiskualifikasi. Ini hasil lengkap sesi practice di Brno.