Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo mendatangi Stasiun Wates untuk meminta kejelasan seputar penggusuran kios pedagang di areal stasiun, setelah perwakilan pedagang kios Stasiun Wates mengadukan ketidakjelasan nasib mereka, Jumat (17/1/2014).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, mengatakan secara resmi pemkab Kulonprogo belum mendapat pemberitahuan dari PT KAI terkait rencana tersebut. “Sehingga ketika para pedagang mengadukan hal ini, maka kami mendatangi pihak stasiun untuk meminta penjelasan,” ujarnya.
Rencananya, bupati akan mengundang PT KAI untuk mempresentasikan master plan penataan kawasan stasiun Wates sehingga koordinasi bisa dilakukan secara menyeluruh.
Sri mengungkapkan, PT KAI melalui kepala Stasiun Wates menjelaskan, areal yang ditempati kios tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga perlu ditata ulang. Menurut mereka, kebijakan ini mendukung keberadaan bandara di Kulonprogo karena di stasiun tersebut juga akan beroperasi KRL pada 2016. Lokasi yang sekarang ditempati kios akan digunakan untuk lahan parkir.
Sejauh ini, pemkab akan melakukan survei lokasi yang dapat ditempati sementara oleh pedagang kios di Stasiun Wates, sehingga pedagang tetap dapat memiliki sumber pendapatan.
Didik Purwanto, 51, salah satu pedagang kios, mengaku sedikit lega dengan janji yang diberikan pemkab Kulonprogo untuk mengupayakan tempat berdagang sementara bagi mereka. “Tadi pagi kami menghadap wakil bupati dan pemkab mengaatakan belum mendapat tembusan langsung rencana penggusuran kios pedagang stasiun, sehingga pemkab pun meminta penangguhan pembongkaran ke stasiun,” jelasnya.
Terkait rencana pembongkaran kios yang dimulai Sabtu (18/1) sampai akhir Januari 2013, Didik mengatakan belum tahu apakah akan mengikuti aturan tersebut atau tidak. Prinsipnya, sebelum mendapat kepastian tempat relokasi sementara pedagang sedapat mungkin mempertahankan kiosnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pedagang yang menempati kios di areal Stasiun Wates cemas terhadap rencana penggusuran yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka merasa rugi dengan kegiatan yang bertujuan untuk menata kawasan stasiun ini karena PT KAI tidak menyediakan lahan relokasi.
Asisten Manajer Humas Daop VI PT KAI, Sugeng Muji Wibowo, menuturkan, dalam pertemuan yang telah diadakan tecapai kesepakatan target pengosongan kios pada 18 Januari 2014 . Terkait relokasi, PT KAI belum dapat menjanjikan tempat bagi pedagang baru. “Sampai sejauh ini tidak ada pembicaraan dengan manajemen terkait relokasi pedagang kios,” katanya beberapa waktu lalu. (Switzy Sabandar/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
KPK mengungkap dugaan korupsi PMB Unsoed, mulai transaksi Rp650 juta, 73 kursi disetting, hingga keterlibatan guru SMA.
Bank Mandiri lahir dari krisis moneter 1998. Simak perjalanan transformasi dari merger empat bank hingga menjadi bank berbasis ekosistem digital.
Kebakaran rumah dua lantai di Tebet, Jakarta Selatan, menewaskan empat orang. Warga mengungkap dugaan awal api dan proses evakuasi.
Presiden Prabowo tiba di Riau untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan memastikan upaya pemadaman berjalan cepat dan terkoordinasi.
Harga BBM 24 Agustus 2026 berubah. Pertamax, BP 92, Revvo 92 turun, sedangkan sejumlah BBM diesel naik. Berikut daftar lengkapnya.