Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Masyarakat Dusun Krego II, Desa Palihan, Temon masih terus memblokir jalan masuk kampung kendati tim Persiapan Pembangunan Bandara Baru (P2B2) memutuskan menghentikan pemasangan patok penentuan titik koordinat lokasi bandara.
Hingga Sabtu (18/1) kemarin warga setempat tetap berjaga di Posko pemantauan. Terhitung sudah hampir sepekan, sejak Selasa (14/1) lalu warga menutup akses jalan penghubung antara Desa Glagah dan Palihan.
Fajar, 42, salah satu warga menyatakan tetap akan memblokir jalan selagi pemerintah belum mengubah keputusan memindah lokasi bandara.
"Ini jalan wilayah kami. Hak kami mau memblokir atau apa saja. Pokoknya selagi bandara tetap di sini pemblokiran jalan terus berlangsung," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Sabtu.
Pemblokiran jalan tersebut cukup merepotkan, terutama bagi warga luar daerah yang kebetulan ingin melintas di jalur itu.
Pantauan Harian Jogja, sejumlah orang masih berjaga di tempat pemortalan jalan. Warga menggunakan sarana seadanya untuk menghalangi akses jalan masuk.
Fajar mengungkapkan, warga dari luar yang ingin melintasi jalan itu harus izin terlebih dahulu. Jika main masuk saja, maka warga akan menggejar dan mengintrogasi.
"Ini bagian dari antisipasi karena banyak mata-mata untuk memuluskan proyek bandara," tandasnya.
Pada Sabtu pagi, juga sempat terjadi pengejaran terhadap sebuah mobil berpelat merah. Menurut Fajar, sopir mobil tiba-tiba menyingkirkan portal dan masuk ke jalan kampung.
"Kebetulan sisi sebelah timur saat itu tidak dijaga, ada warga yang melihat kemudian memukul kentongan," katanya.
Mendengar ada isyarat kentongan, warga pun berhamburan keluar. Lantas mereka mengejar mobil tersebut. Ternyata yang ada di dalam mobil orang Magelang yang ingin ke Pantai Glagah tapi lewat jalan kampung.
"Kami introgasi ada dua orang. Satu laki-laki dan satunya perempuan, sepertinya akan pacaran ke Glagah," jelasnya.
Humas Wahana Tri Tunggal, Martono mengaku tidak ingin kecolongan oleh tim P2B2. Dia masih merasa khawatir Pemkab Kulonprogo hanya bermaksud mengelabui mereka dengan mewacanakan penghentian sementara pematokan.
"Kami enggak percaya, pokoknya aksi blokir jalan ini akan terus kami lanjutkan," ujar Matono.
Secara terpisah, Pemkab Kulonprogo justru khawatir warga yang menolak bandara akan menyerang warga yang sudah pro.
Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) II Kulonprogo, Triyono mewanti-wanti agar warga tidak melakukan aksi saling serang.
"Biar kondisi ini menjadi masalah Pemkab dengan warga yang masih kontra. Jangan sampai ada benturan fisik sesama warga," paparnya.
Menurut dia, Pemkab akan semaksimal mungkin melakukan pendekatan persuasif kendati langkah itu tidak mudah.
Triyono juga memastikan pemasangan patok penentuan koordinat bandara tidak berlanjut meski masih ada tiga titik yang belum dipatok.
"Kami sudah bisa mendapatkan gambarannya. Kurang tiga titik saja kami hubung-hubungkan sudah mendapatkan gambaran pasti nanti," jelas Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Cek jadwal DAMRI Bandara YIA Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima rute menuju Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima keberangkatan dari Jogja dan lima dari Kutoarjo.
Catat jadwal KA Bandara YIA reguler dan Xpress dari Tugu Jogja ke YIA maupun sebaliknya, lengkap dengan waktu keberangkatan.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.