New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Masyarakat Dusun Krego II, Desa Palihan, Temon masih terus memblokir jalan masuk kampung kendati tim Persiapan Pembangunan Bandara Baru (P2B2) memutuskan menghentikan pemasangan patok penentuan titik koordinat lokasi bandara.
Hingga Sabtu (18/1) kemarin warga setempat tetap berjaga di Posko pemantauan. Terhitung sudah hampir sepekan, sejak Selasa (14/1) lalu warga menutup akses jalan penghubung antara Desa Glagah dan Palihan.
Fajar, 42, salah satu warga menyatakan tetap akan memblokir jalan selagi pemerintah belum mengubah keputusan memindah lokasi bandara.
"Ini jalan wilayah kami. Hak kami mau memblokir atau apa saja. Pokoknya selagi bandara tetap di sini pemblokiran jalan terus berlangsung," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Sabtu.
Pemblokiran jalan tersebut cukup merepotkan, terutama bagi warga luar daerah yang kebetulan ingin melintas di jalur itu.
Pantauan Harian Jogja, sejumlah orang masih berjaga di tempat pemortalan jalan. Warga menggunakan sarana seadanya untuk menghalangi akses jalan masuk.
Fajar mengungkapkan, warga dari luar yang ingin melintasi jalan itu harus izin terlebih dahulu. Jika main masuk saja, maka warga akan menggejar dan mengintrogasi.
"Ini bagian dari antisipasi karena banyak mata-mata untuk memuluskan proyek bandara," tandasnya.
Pada Sabtu pagi, juga sempat terjadi pengejaran terhadap sebuah mobil berpelat merah. Menurut Fajar, sopir mobil tiba-tiba menyingkirkan portal dan masuk ke jalan kampung.
"Kebetulan sisi sebelah timur saat itu tidak dijaga, ada warga yang melihat kemudian memukul kentongan," katanya.
Mendengar ada isyarat kentongan, warga pun berhamburan keluar. Lantas mereka mengejar mobil tersebut. Ternyata yang ada di dalam mobil orang Magelang yang ingin ke Pantai Glagah tapi lewat jalan kampung.
"Kami introgasi ada dua orang. Satu laki-laki dan satunya perempuan, sepertinya akan pacaran ke Glagah," jelasnya.
Humas Wahana Tri Tunggal, Martono mengaku tidak ingin kecolongan oleh tim P2B2. Dia masih merasa khawatir Pemkab Kulonprogo hanya bermaksud mengelabui mereka dengan mewacanakan penghentian sementara pematokan.
"Kami enggak percaya, pokoknya aksi blokir jalan ini akan terus kami lanjutkan," ujar Matono.
Secara terpisah, Pemkab Kulonprogo justru khawatir warga yang menolak bandara akan menyerang warga yang sudah pro.
Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) II Kulonprogo, Triyono mewanti-wanti agar warga tidak melakukan aksi saling serang.
"Biar kondisi ini menjadi masalah Pemkab dengan warga yang masih kontra. Jangan sampai ada benturan fisik sesama warga," paparnya.
Menurut dia, Pemkab akan semaksimal mungkin melakukan pendekatan persuasif kendati langkah itu tidak mudah.
Triyono juga memastikan pemasangan patok penentuan koordinat bandara tidak berlanjut meski masih ada tiga titik yang belum dipatok.
"Kami sudah bisa mendapatkan gambarannya. Kurang tiga titik saja kami hubung-hubungkan sudah mendapatkan gambaran pasti nanti," jelas Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.