Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Harianjogja.com, SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan, dengan alasan apapun saat ini tetap dilarang penambangan di Sungai Gendol. Pernyataan diungkapkan Bupati terkait tewasnya dua orang akibat banjir lahar hujan Minggu (19/1).
Untuk sanksi bagi operator atau pemilik alat berat yang terlibat peristiwa terseret lahar hujan Minggu pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.
“Kami menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum dalam hal ini kepolisian. Karena kami tidak punya mekanisme menjatuhkan sanksi kepada pelanggar hukum,” ungkap Bupati melalui ponselnya.
Terpisah, Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menyatakan pihaknya akan menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hukum terhadap peristiwa tersebut. Terutama dengan mempelajari terkait kemungkinan kedua korban tewas itu disebabkan gejala alam atau ada unsur melawan hukum.
Pihaknya akan mengkaji dari segi perizinan karena ada pihak beserta korban yang nekat menambang di daerah terlarang. “Kami kaji apakah kejadian itu disebabkan karena kelalaian masyarakat atau korban sendiri yang melakukan penambangan di daerah terlarang. Kami kaji sejauh mana perijinan yang ada,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.