Ombak Tinggi, Nelayan Samas Pilih Bertani

Selasa, 21 Januari 2014 09:46 WIB
Ombak Tinggi, Nelayan Samas Pilih Bertani

Wadiyo menunjukkan lambung salah satu kapal yang rusak akibat terjangan gelombang tinggi Selasa malam (9/10) di Pantai Baron.

Harianjogja.com, BANTUL–Gelombang tinggi laut selatan yang meningkat dalam sepekan ini membuat tidak aman untuk aktivitas pelayaran nelayan menangkap ikan. Akibatnya, ratusan nelayan libur melaut. Bahkan ada nelayan memilih banting setir profesi lain yakni bertani.

Nelayan Pantai Samas Sanden Bantul Mugari mengaku sudah sepuluh hari meninggalkan pekerjaan menangkap ikan karena cuaca kurang bersahabat.

“Sudah sepuluh hari libur tidak menangkap ikan. Ombaknya tinggi tidak memungkinkan kami nekat melaut,” kata Mugari, Senin (20/1/2014).

Padahal, kata Mugari, saat ini di Pantai Samas tengah musim panen udang lobster dan harganya sangat berpihak bagi nelayan.

Menurut dia, ada banyak nelayan di Pantai Samas yang memilih berhenti melaut. Libur nelayan ini dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti beralih ke pertanian dan menganggur untuk memperbaiki jaring dan perahu.

Mugari menambahkan, sektor pertanian menjadi garapan lain para nelayan meskipun lahan mereka tidak seluas layaknya petani.

“Kebetulan padi yang rata-rata dipilih dan sebagian kecil bawang merah,” tambahnya.

Nelayan lainnya, Purwadiyo, juga bernasib sama. Ia tidak bisa melaut dan kini banting setir ke sektor pertanian. “Tunggu sampai nanti kondisi ombak normal baru turun melaut lagi,” ujarnya singkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online