Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur, Kementerian Perindustrian akan mengambil alih fasilitasi koordinasi PT Jogja Magasa Iron (JMI) dan PT Angkasa Pura jika kedua perusahaan tersebut belum juga sepakat soal jarak pabrik pengolahan pasir besi dengan bandara.
Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Benny Wachjudi,mengatakan, regulasi jarak bandara dengan bangunan berketinggian tertentu sudah tercantum dalam undang-undang.
Apabila muncul persoalan jarak antara pabrik pengolahan pasir besi dengan bandara yang akan dibangun terlalu dekat, maka PT JMI dengan PT Angkasa Pura harus berunding untuk menemukan titik temu.
“Kalau sebulan dua bulan belum selesai, kami dari Perindustrian akan ambil alih [fasilitasi koordinasi] dan harus selesai harus selesai, karena kedua proyek ini penting,” tegasnya dalam kunjungan ke pilot plan PT JMI Karangwuni, Senin (20/1/2014).
Dikatakannya, kunjungan ke pilot plan PT JMI untuk memastikan proyek smelter atau pemurnian pasir besi siap dibangun. Terlebih, saat ini sudah ada regulasi Undang-Undang Perindustrian, yang menyatakan, pemerintah dapat melarang ekspor bahan baku sumber daya alam bila industri dalam negeri memerlukannya.
Ia meminta produk PT JMI jangan diimpor dulu karena dapat dipakai di dalam negeri. Hasilnya dapat masuk ke Krakatau Posko yang membutuhkan bahan baku 4,5 sampai lima juta ton dan tahun depan Krakatau Steel yang akan membuat blast furnace tiga juta ton. “Jadi hasil produksi siap ditampung di industri dalam negeri, tidak perlu ekspor,” imbuhnya.
Direktur Operasional PT JMI, Satya Graha Sumantri, mengatakan, PT JMI sedang berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura yang difasilitasi oleh Direktorat Bandar Udara Kementerian Perhubungan.
“Pertemuan sudah dilakukan akhir pekan lalu di Jakarta namun masih harus ditindaklanjuti komunikasi yang lebih intensif,” tukasnya.
Ia mengungkapkan, PT JMI sudah melakukan penyesuaian rencana pembangunan pabrik yang akan dibangun di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, dengan rencana pembangunan bandara di wilayah Kecamatan Temon, seperti, vertimill pabrik berketinggian 14 m yang semula akan dibangun di sisi barat digeser ke sisi timur.
“Kami sudah melakukan perubahan-perubahan, dari ujung bandara sampai ujung pabrik kita sudah memenuhi jarak tiga kilometer,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.
Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalap setelah kecelakaan di Tikungan 1 dan bersiap menghadapi Q1 Moto2 GP Indonesia 2026.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta aplikator ojol mengawasi perawatan kendaraan. Pengaduan wajib ditanggapi maksimal tujuh hari
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah. Lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.