Geplak Sudah Menjadi Produk Budaya Turun Temurun

Rabu, 22 Januari 2014 14:29 WIB
Geplak Sudah Menjadi Produk Budaya Turun Temurun

Harianjogja.com, BANTUL- Kuliner tradisional geplak bukan saja menjadi salah satu penyangga keragaman dan kekeyaaan pariwisata melainkan juga produk kebudayaan yang sudah warisan turun-temurun yang harus terus dilestarikan.

Menyikapi keseriusan pemimpin Bantul untuk memajukan pangan tradisional ini Kepala Bidang Pemasangan dan Kemitraan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Catarina Issri Putranti menyambut baik.

Menurut Catarina, kuliner tradisional geplak bukan saja menjadi salah satu penyangga keragaman dan kekeyaaan pariwisata melainkan juga produk kebudayaan yang sudah warisan turun-temurun yang harus terus dilestarikan.

“Banyak pengunjung objek wisata yang penasaran makanan geplak Bantul untuk menjadi pilihan oleh-oleh keluarga,” ujarnya, Selasa (21/1/2014).

Catarina menambahkan, gerakan bersama untuk mempromosikan geplak yang digagas bupati mulai menggeliatkan kembali pelaku usaha kecil menengah. Produksi geplak di Bantul juga meningkat seperti banyak dijumpai di Bantul dan Srandakan. Bahkan di wilayah lain juga mulai ada industri rumahan yang membuat geplak.

Catarina juga memastikan untuk Disbudpar Bantul kebiasaan menyajikan geplak sebagai sajian tamu dan rombongan wisatawan sudah menjadi kebiasaan untuk lebih mempopulerkan ikon kuliner Bantul tersebut.

Setyo salah satu pelaku usaha produksi geplak di Bantul mengapresiasi langkah bupati menggeliatkan kembali geplak. Setyo berharap, instruksi bupati tersebut tidak saja ditujukan untuk jajaran eksekutif namun juga legislatif yang kerab bepergian ke luar daerah turut membawa geplak dan mempromosikan ke daerah tujuan.

"Paling tidak kalau tiap bulan itu 45 anggota Dewan kunjungan kerja sembari bawa geplak kan promosi lebih efektif. Syukur bisa menembus Bali yang menjadi kota tujuan kunker Dewan," singkatnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online