Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Harianjogja.com, JOGJA-Perusahaan Daerah milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, PT Tarumartani menyiapkan produk nonrokok, menyusul sulitnya bisnis rokok di dalam negeri maupun dunia internasional.
Direktur PT. Tarumartani Abdul Nasir mengugkapkan bisnis rokok cerutu saat ini tidak mudah karena setelah Amerika Serikat melarang masuknya rokok kretek dari Indonesia, peredaran rokok cerutu menjadi sangat ketat.
Padahal, Tarumartani memiliki 14 merek di antaranya Cigarillis/Treasure, Extra Cigarillis, Senoritas yang diklaimnya telah dikenal di luar negeri.
“Larangan merokok sekarang ini harus disertai dengan gambar kanker dibungkus rokok,” ujarnya, seusai rapat kerja dengan DPRD DIY, Selasa (21/1/2014).
Karena itu, menurut dia, sulit mengoptimalkan keuntungan jika hanya mengandalkan dari produksi rokok. Nasir mengaku tengah menyiapkan pengembangan usaha dengan memproduksi nonrokok, tapi belum matang dan perlu persetujuan dari Pemerintah Daerah DIY.
Pada tahun ini PT Tarumartani tak lagi terbebani utang. Perusahaan pembuat cerutu itu sebelumnya menanggung utang sebesar Rp7 miliar, dengan bunga per tahun Rp840juta.
Namun lewat APBD Perubahan 2013, Tarutamartani diberikan penyertaan modal sebesar Rp12 miliar. Sebanyak Rp7,1 miliar untuk melunasi utang, Rp4,9 miliar sisanya untuk penguatan modal.
Abdul Nasir menambahkan, sisa penyertaan modal perusahaan tersebut harus dikonsultasikan dulu dengan gubernur, tidak bisa serta merta langsung digunakan. Ia mengakui kecilnya setoran karena perusahaan masih memikul beban utang itu.
Utang yang menggunung itu turut memperparah krisis keuangan perusahaan. Sehingga, pada 2013, manajemen harus melakukan efisiensi keuangan dengan meniadakan jabatan Direktur Operasional dan Direktur Keuangan dari struktural.
Keuntungan Rp14 miliar dari penjualan cerutu domestik dan eskpor itu, menurut dia, masih terbilang kecil karena masih jauh dari nilai aset Tarumartani yang mencapai ratusan miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.
Anggaran pendidikan 2027 mencapai Rp824 triliun untuk mendukung PIP, KIP Kuliah, revitalisasi sekolah, beasiswa, dan peningkatan kualitas pendidikan.
PSS Sleman mematangkan fisik dan taktik selama jeda internasional tiga pekan. Pieter Huistra ingin Sleman Style terlihat saat melawan PSM Makassar.
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.