OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Harianjogja.com, JOGJA-Tersangka dugaan korupsi dana hibah klub sepak bola Persiba Bantul 2010-2011, Idham Samawi yang ditemui wartawan seusai pemeriksaan dirinya enggan banyak berkomentar. “Lancar. Nanti silakan tanyakan kepada pengacara saya,” kata dia sambil masuk ke dalam mobil.
Kuasa Hukum Idham, Agustinus Hutajulu mengungkapkan pemeriksaan terhadap kliennya masih sebatas tupoksi yang bersangkutan sebagai Ketua KONI dan Ketua Persiba Bantul. “Sejauh ini klien kami sudah melalui prosedur yang benar. Sebagai Ketua KONI berfungsi menyalurkan dana ke perserikatan,” ucap pengacara yang berkantor di Jakarta tersebut.
Mengenai kapan akan ada pemanggilan lanjutan untuk kliennya, Agustinus mengaku tidak tahu dan masih menunggu surat panggilan dari pihak penyidik.
“Kami tunggu saja nanti suratnya. Sejauh ini kami memang tidak tahu kapan akan dipanggil lagi,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Idham Samawi masih bisa menghirup udara bebas. Kejaksaan Tinggi DIY belum menahan Idham Samawi meski pada Kamis (23/1/2014) memeriksanya sebagai tersangka. Mantan Bupati Bantul dua periode itu diperiksa selama 5,5 jam dan dicecar sembilan pertanyaan oleh dua penyidik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.