OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RT 32, Kelurahan Warung Boto, Umbulharjo, Jogja, mengeluhkan, jalan amblas di Jalan Babaran yang sudah berlangsung satu bulan lebih belum diperbaiki. Bahkan lubang jalan kini semakin luas, dari awalnya diameter hanya 1,5 meter kini menjadi sekitar 5 meter.
Untuk berjaga-jaga agar tidak jatuh korban, warga menutup jalan itu dari kendaraan dengan memberi tali serta dibuatkan pagar pembatas dari beberapa bilah bambu dan papan peringatan. Jalan itu ditutup untuk sementara waktu hingga kerusakan itu diperbaiki.
“Kami sudah meminta ke pihak terkait untuk memperbaiki. Tapi hingga sekarang belum juga diperbaiki,” Kata Ketua RT 32, Sukardi Wardoyo ketika ditemui di rumahnya, Jumat (24/1/2014).
Menurut dia, amblasnya jalan itu terjadi bukan pertama kali. Di Jalan Babaran, terutama di kawasan RT 32, hal seperti itu sering terjadi. Tapi, untuk kerusakan kali ini merupakan yang paling lama, karena kejadian-kejadian sebelumnya pemerintah langsung cepat menangani. “Tidak tahu kenapa, sampai sekarang belum diperbaiki. Padahal sebelumnya, setelah melapor biasanya kerusakan langsung diperbaiki,” ungkapnya.
Menurutnya perbaikan jalan amblas itu mendesak diperbaiki sebab merupakan jalur utama bagi warga. Apalagi, jika kondisi ini dibiarkan terus menerus akan mengancam perekonomian warga di sekitar lokasi, terutama bagi mereka yang berjualan. Karena, rusaknya jalan itu membuat penghasilan menurun.
“Di sana itu ada toko, penjual makanan, angkringan dan lainnya, akibat amblasnya jalan itu kan tidak bisa dilewati, otomatis jalanan jadi sepi sehingga akan berpengaruh pada pendapatan mereka. Ya, semoga kerusakan itu segera diperbaiki,” ujarnya.
Heny, pemilik warung yang berada tepat di depan lokasi jalan amblas meminta agar jalan itu segera diperbaiki, jangan sampai kerusakannya makin meluas. Apalagi, akibat patahnya saluran pembuangan limbah, di lokasi tersebut kini muncul bau tidak sedap. “Baunya itu tidak enak, apalagi habis hujan baunya makin menyengat,” kata dia dengan nada kesal.
Diakuinya, jika kerusakan itu makin lama bertambah luas. Awalnya, kerusakan hanya sekitar 1,5 meter, tapi saat ini kerusakan bertambah menjadi sekitar lima meter. Hujan yang terus mengguyur, menjadi salah satu penyebab, makin meluasnya kerusakan jalan tersebut. “Kan kalau kena air terus tanahnya jadi terkikis dan ujung-ujungnya lobang itu meluas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Ponsel terasa lemot setelah dipakai lama? Ini penyebab utama smartphone melambat dan cara sederhana mengatasinya.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.