Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RT 32, Kelurahan Warung Boto, Umbulharjo, Jogja, mengeluhkan, jalan amblas di Jalan Babaran yang sudah berlangsung satu bulan lebih belum diperbaiki. Bahkan lubang jalan kini semakin luas, dari awalnya diameter hanya 1,5 meter kini menjadi sekitar 5 meter.
Untuk berjaga-jaga agar tidak jatuh korban, warga menutup jalan itu dari kendaraan dengan memberi tali serta dibuatkan pagar pembatas dari beberapa bilah bambu dan papan peringatan. Jalan itu ditutup untuk sementara waktu hingga kerusakan itu diperbaiki.
“Kami sudah meminta ke pihak terkait untuk memperbaiki. Tapi hingga sekarang belum juga diperbaiki,” Kata Ketua RT 32, Sukardi Wardoyo ketika ditemui di rumahnya, Jumat (24/1/2014).
Menurut dia, amblasnya jalan itu terjadi bukan pertama kali. Di Jalan Babaran, terutama di kawasan RT 32, hal seperti itu sering terjadi. Tapi, untuk kerusakan kali ini merupakan yang paling lama, karena kejadian-kejadian sebelumnya pemerintah langsung cepat menangani. “Tidak tahu kenapa, sampai sekarang belum diperbaiki. Padahal sebelumnya, setelah melapor biasanya kerusakan langsung diperbaiki,” ungkapnya.
Menurutnya perbaikan jalan amblas itu mendesak diperbaiki sebab merupakan jalur utama bagi warga. Apalagi, jika kondisi ini dibiarkan terus menerus akan mengancam perekonomian warga di sekitar lokasi, terutama bagi mereka yang berjualan. Karena, rusaknya jalan itu membuat penghasilan menurun.
“Di sana itu ada toko, penjual makanan, angkringan dan lainnya, akibat amblasnya jalan itu kan tidak bisa dilewati, otomatis jalanan jadi sepi sehingga akan berpengaruh pada pendapatan mereka. Ya, semoga kerusakan itu segera diperbaiki,” ujarnya.
Heny, pemilik warung yang berada tepat di depan lokasi jalan amblas meminta agar jalan itu segera diperbaiki, jangan sampai kerusakannya makin meluas. Apalagi, akibat patahnya saluran pembuangan limbah, di lokasi tersebut kini muncul bau tidak sedap. “Baunya itu tidak enak, apalagi habis hujan baunya makin menyengat,” kata dia dengan nada kesal.
Diakuinya, jika kerusakan itu makin lama bertambah luas. Awalnya, kerusakan hanya sekitar 1,5 meter, tapi saat ini kerusakan bertambah menjadi sekitar lima meter. Hujan yang terus mengguyur, menjadi salah satu penyebab, makin meluasnya kerusakan jalan tersebut. “Kan kalau kena air terus tanahnya jadi terkikis dan ujung-ujungnya lobang itu meluas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Prakiraan cuaca DIY Rabu, 30 September 2026: mayoritas berawan, Kota Jogja cerah, suhu 22–33°C. Cek rincian per kecamatan.
Sleman menyelesaikan transfer depo Pandowoharjo untuk mendukung PSEL Regional DIY. Depo Donokerto menunggu anggaran ABT.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.