NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
JIBI/Harian Jogja/dokumen
Harianjogja.com, BANTUL–Komplotan genk motor beraksi di wilayah Bantul, Minggu (26/1/2014) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kali ini, genk motor menyerang rombongan pemuda bersepeda motor yang hendak berwisata ke Pantai Parangtritis. Dua korban rombongan wisatawan mengalami luka sabetan pedang di bagian punggung dan masih dirawat instensif di Rumah Sakit Rahma Husada Jetis Bantul.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saat itu rombongan wisatawan dengan tujuan Pantai Parangtritis berpapasan dengan genk motor yang melaju kencang dari arah selatan.
Tidak berselang lama saling perpapasan, komplotan dari arah selatan berjumlah sekitar 20 laki-laki berboncengan dan tidak dikenal identitasnya langsung berbalik arah melakukan pengejaran rombongan yang berangkat dari Karangwaru, Tegalrejo, Jogja.
Rombongan wisatawan berbonengan ini pun kalang kabut setelah mengetahui dikejar komplotan sepeda motor yang membawa senjata tajam dan bekas gir. Rombongan wisatawan kemudian memacu laju sepeda motor ke arah selatan.
Namun apes, sesampainya melintas SPBD Patalan, tepatnya di Dusun Bobok, rombongan wisatawan Karangwaru ini dihentikan paksa oleh komplotan genk motor dengan cara menendang sepeda motor.
Salah satu korban bernama Adi Prasetyo, 17, warga Karangwaru Rt 02 Tegalrejo Jogja tersungkur dari sepeda motor yang dikendarai dan menyebabkan luka patah tulang bagian kaki.
Masih tak puas aksinya membuat cidera korban, komplotan genk motor juga dengan sadis menyerang dua korban lain. Reza Septiawan warga Karangwaru Tegalrejo Jogja dan Radian Lingga warga Rajek, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Mereka menjadi korban terkena bacokan senjata tajam bagian pungung kiri.
Adi salah satu korban keganasan genk motor mengaku tidak tahu menahu kesalahan yang dilakukan bersama rombongan hingga memancing emosi rombongan genk motor yang semula berpapasan.
“Tiba-tiba mengejar dan menyerang kami,” ujar korban mamsih dalam perawatan RS Rahma Husada, Minggu/2014.
Heri, saksi warga sekitar yang mengetahui adanya keributan di jalan raya mengatakan hal senada. Hanya, Heri tidak bisa mengidentifikasi para pelaku yang diprediksi rata-tara masih berusia pelajar SMA. “Lihat ada keributan kami datang, tapi mereka langsung bubar,” singkatnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Mohamad Kasim Akbar Bantilan dikonfirmasi terpisah mengaku belum bisa mengidentifikasi pelaku peristiwa tersebut. Kini, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Polsek Jetis untuk mendalami kasus tersebut. Saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Cek jadwal KSPN Jogja Selasa 25 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View, Pantai Drini dan Pantai Parangtritis, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menhut dan Menteri LH tak hadir dalam rapat karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 25 Agustus 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.