NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, JOGJA- Fenomena pengunjung melempar koin di kolam dekat pintu keluar dome Taman Burung Gembira Loka Zoo Jogja, menjadi tren belakangan ini tanpa diketahui siapa yang mengawali.
"Kalau pengunjung pas lagi ramai, uang koin yang terkumpul bisa banyak. Dalam waktu tiga hari saja, bisa terkumpul mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu," kata Saryana, perawat burung di Taman Burung Gembira Loka Zoo ( GLZoo), Minggu (26/1/2014).
Menurut dia, uang koin yang dibuang para pengunjung ke dalam kolam itu berupa pecahan Rp100, Rp200, Rp 500, dan terkadang ada pecahan Rp1.000.
Ceritanya, kata dia, awal fenomena lempar uang receh itu muncul sejak liburan akhir 2013. Suatu pagi, seperti keseharian, sebelum mengurusi burung-burung di dome taman burung, dirinya lebih dulu bersih-bersih di sekitar taman burung.
"Saat menyapu di dekat kolam, saya temukan uang koin Rp100. Lalu, tanpa sengaja saya cemplungkan ke kolam. Siangnya, saat saya lewat di samping kolam, saya lihat uang recehan di kolam itu jadi berjumlah banyak," katanya.
Sejak itu, kata dia, tiap kali 'memanen' uang logam tersebut, dirinya menyisakan dua-tiga keping uang logam recehan tersebut. Maksudnya, supaya pengunjung ikut-ikutan melempar recehan ke kolam.
Uang koin itu dimanfaatkan para karyawan yang bertugas di taman burung untuk sekadar membeli makanan kecil dan minuman, dan sebagian disisakan untuk mengisi kas.
"Rancana nanti akan kami belikan kompor listik. Supaya kalau ada teman mau rebus mie, tidak perlu pergi ke warung," katanya.
Sementara itu,Manager Marketing dan Pengembangan GLZoo, Jogja, Josep Kurniawan, mengatakan taman burung dihuni 348 burung dan di taman itu pengunjung bisa menikmati dan berinteraksi dengan burung-burung koleksi kebun binatang ini. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.