NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, JOGJA-Proses pembangunan fisik Embung Langensari akan segera dimulai dengan pemindahan berbagai aset bangunan yang ada di kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan.
"Aset yang dimiliki Pemerintah Kota Jogja adalah bangunan SD Langensari sehingga tanggung jawab pemindahan ada pada kami," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Edy Muhammad, Minggu (26/1/2014).
Menurut dia, pemindahan bangunan SD Langensari tersebut dapat dilakukan setelah Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jogja 2014 ditetapkan.
Pemerintah Kota Jogja, katanya, akan memindahkan sekolah tersebut ke SD Bhayangkara yang lokasinya tidak jauh dari lokasi awal. "Nanti akan ada pengembangan SD Bhayangkara," katanya.
Edy memperkirakan proses pembangunan fisik sekolah bisa dilakukan paling cepat pada Juli dan ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2014.
"Kami sudah melakukan sosialisasi tentang pemindahan SD Langensari ini cukup lama. Proses pembangunan harus bisa diselesaikan tahun ini juga," katanya.
Selain aset berupa bangunan sekolah dasar, di lokasi tersebut juga terdapat berbagai bangunan lain, seperti Gedung Pramuka, dan Kantor Radio Antar Penduduk Indonesia. Namun, tanggung jawab pemindahan kedua aset tersebut berada di tangan Pemerintah DIY.
Proses pemindahan aset bangunan tersebut diharapkan dapat segera dilakukan sehingga Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) dapat segera melakukan pembangunan embung.
Embung akan dibangun di lokasi seluas 10.248 meter persegi dengan kedalaman potensial 2,51 meter sehingga embung mampu menampung air dengan volume efektif 8.069,47 meter kubik dan volume maksimal mencapai tiga kali lipatnya yaitu 25.724,23 meter kubik.
Edy menyebut, pembangunan embung tersebut ditujukan untuk menampung air hujan sehingga mengurangi debit Sungai Manunggal serta mengurangi munculnya genangan di kawasan sekitar saat hujan lebat.
"Keberadaan embung tersebut juga akan mendukung cadangan air bersih di Kota Jogja dan menambah ruang terbuka hijau," katanya. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.