NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga Dusun Seropan, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo geram dengan ulah pencurian kayu jati milik desa. Warga pun mengaku muak dengan aksi pencurian tersebut.
Ketua RT 6 RW 18, Dusun Seropan Sudarmanto menuturkan setidaknya sudah ada enam kali pencurian kayu di tanah khas desa. Namun, warga mengaku tak berani melaporkan karena takut.
“Puncaknya pada pencurian Jumat [24/1] sore. Ada dua pohon jati yang ditebang yang memiliki keliling 1,74 meter. Kayunya besar,” papar dia Seropan, Senin (27/1/2014).
Sudarmanto menuturkan warga mengaku resah dengan aksi pencurian aset milik desa tersebut. Mereka pun memutuskan untuk melaporkannya ke pihak desa dan meminta kasus pencurian tersebut diusut dengan tuntas.
Adapun kronologi kejadian yakni salah satu penduduk Dusun Gunungbang, Satino melihat tanamannya hancur seperti bekas dilalui banyak orang. Satino mengaku mengetahui ladangnya rusak pada Sabtu pagi.
“Saya melihat tanaman saya kok rusak. Saya marah dan ingin tahu siapa yang tidak sopan berani merusak tanaman orang. Saya kemudian lapor kepada Ketua RT 6 dan RT 5 pokoknya harus dicari siapa pelakunya,” tutur Satino.
Budiono selaku RT 5 bersama Sudarmanto kemudian melakukan pengecekan ke tempat kejadian. Ternyata ada bekas dua pohon jati ditebang. Bonggol jati masih basah. Daun dan dahan pohon jati tampak berserakan. Selain itu tampak jalur yang merusak tanaman.
Budiono mengaku warga lain juga sudah geram dengan pencurian ini. “Jati desa itu kan milik desa. Bukan untuk kepentingan orang perorang. Misal akan digunakan oleh desa dan ada pembahasan sebelumnya malah tidak apa-apa. Pokoknya kasus ini harus tuntas,” papar dia.
Sudarmanto pun menjadi perwakilan warga yang melapor ke pihak desa. Ia meminta agar desa melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi.
Kepala Desa Bejiharjo Yanto mengaku pihak desa sudah memasukkan laporan ke Polsek Karangmojo. “Kami mendapatkan laporan dari warga dan sudah menjadi kewajiban kami untuk melaporkannya ke Polsek Karangmojo. Kami berharap pelakunya bisa tertangkap,” tutur dia.
Kapolsek Karangmojo Kompol Saman membenarkan sudah ada laporan dari pihak desa. "Untuk kasus kayu, kami masih melakukan penyelidikan dan pelacakan barang bukti," tutur dia. (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.