Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Tujuh gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kulonprogo menyatakan sanggup menyuplai beras sebanyak 3.600 ton per tahun kepada Bulog Divre DIY.
Hal ini tertuang dalam perjanjian kesanggupan pengadaan beras miskin antara gapoktan dengan Bulog Divre DIY, yang disaksikan Bupati Kulonprogo, Senin (27/1/2014).
Kesanggupan tiap gapoktan berbeda-beda, Gapoktan Panca Manunggal dari Sogan Wates menyuplai beras 400.000 kilogram per tahun, Gapoktan Makmur Sejahtera dari Kalisoka Tuksono Sentolo memberikan 1.200 ton per tahun, Gapoktan Amongtani dari Kedundang Temon sebesar 300 ton per tahun.
Gapoktan Sidomaju dari Cerme Panjatan sejumlah 300 ton per tahun, Gapoktan Sarimulyo dari Kedungsari Pengasih menyuplai 400 ton per tahun, Gapoktan Sumber Makmur dari Srikayangan Sentolo sejumlah 800 ton per tahun, dan Gapoktan Ngestiharjo dari Ngestiharjo Wates menyediakan 200 ton per tahun.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono, mengatakan, penandatangan perjanjian ini sebagai tindak lanjut untuk merealisasikan MOU antara perum Bulog dengan pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor 501/7496 dan MOU-01/12000/XII/2013 tanggal 30 Desember 2013 tentang kerjasama dalam rangka pengadaan beras Program Beras Miskin Kabupaten Kulonprogo dari produksi petani Kabupaten Kulonprogo melalui gapoktan.
“Sebagaimana dalam surat kesanggupan perjanjian beras yang diadakan, beras yang disulpai harus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Perum Bulog berdasarkan Inpres No.3 Tahun 2012, yakni, kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, derajat sosoh minimal 95 persen dan menir maksimal 2 persen,” urainya.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyebut tujuh gapoktan yang mengawali suplai beras sebagai pahlawan yang berjuang sehingga Kulonprogo dapat berdikari. “Bukan hanya pelopor pengadaan raskin jadi rasda, tapi juga pelaku pejuang ideologi,” imbuhnya. (Switzy Sabandar/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Marco Bezzecchi diskors dari MotoGP Ceko 2026 usai insiden dengan marshal. Pemimpin klasemen MotoGP itu gagal tampil di balapan utama Brno.
Mahasiswa S2 UII mendapat pembekalan personal branding dan strategi karier untuk menghadapi transformasi digital, AI, dan perubahan dunia kerja.
Gempa M4,7 guncang Pariaman akibat Sesar Mentawai, terasa hingga Padang dan Bukittinggi. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.
Pendaftaran Jalur Prestasi SPMB DIY 2026 dibuka 22 Juni. Cek kuota dan daya tampung SMA Negeri favorit di Kota Jogja sebelum mendaftar.
Bhutan memperkenalkan lima wisata wellness berbasis alam dan spiritualitas Himalaya, mulai yoga, meditasi, hingga terapi tradisional menchu.