Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Pekerja
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
Ilustrasi obat-obatan (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, SLEMAN—Empat pengguna dan pengedar obat berbahaya ditangkap jajaran Sat Resnarkoba Polres Sleman, Senin (28/1/2014) malam.
Dari keempat pelaku, polisi menyita ratusan butir obat berbahaya tanpa menggunakan resep dokter.
Keempat tersangka yang ditangkap adalah Antok alias Ompong warga Caturtunggal, Depok, Sleman serta Andri warga Pokoh, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Selain itu dua tersangka lagi yaitu Badar, warga Dusun Ngebo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman dan Edi, asal Dusun Saren, Wedomartani, Ngemplak.
Kasat Resnarkoba AKP Dhanang Bagus Anggoro menjelaskan, penangkapan keempat tersangka berawal dari laporan masyarakat terkait kepemilikan obat berbahaya.
Keempatnya ditangkap di lokasi terpisah dengan barang bukti yang berbeda-beda. Pada awalnya anggota Resnarkoba Polres Sleman menggerebek tempat tinggal tersangka Antok di Jalan STM Pembangunan Caturtunggal, Senin (27/1/2014) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dari penggerebekan itu polisi mengamankan 316 butir trihexyphenidyl, empat butir camplet dan lima butir riclona. "Dia [tersangka] kami amankan terus dikembangkan saat itu juga," terangnya, Selasa (28/1).
Setelah menangkap Antok, petugas kemudian bergeser ke rumah Andri di Pokoh, Wedomartani. Menurut Dhanang, pihaknya mengamankan barang bukti tiga butir Riclona dari tangan Andri.
Setelah itu penggerebekan di rumah Badar, polisi hanya menemukan satu butir camplet. Belum berhenti sampai di situ, aparat kembali menggerebek rumah tersangka lain yakni Edi di Dusun Saren, Wedomartani, Ngemplak. Sebanyak tiga butir camplet dan enam butir trihex diamankan dari rumah Edi.
"Sehingga total pil yang diamankan sebanyak 338 butir terdiri dari obat berbahaya [trihex] dan psikotropika [riclona dan camplet]," urai dia.
Kanit II, Sat Resnarkoba Polres Sleman Ipda Dwi menambahkan, keempat tersangka sudah diamankan di Mapolres Sleman untuk menjalani pemeriksaan dan penyidikan. Hasil tes urine dari keempat tersangka juga positif.
"Kami bawa ke Dokkes Polda DIY untuk dilaksanakan tes urine, hasilnya semua positif, maka selanjutnya tersangka dan barang bukti kami amankan di mako untuk pemeriksaan oleh penyidik," ungkapnya.
Dwi menambahkan para tersangka juga dijerat dengan pasal yang berbeda. Diduga mereka mendapatkan obat diberikan oleh dokter yang tidak bertanggungjawab.
Untuk Anto terkait obat kerasnya dijerat dengan pasal 196 atau 198 UU No.36/2009 tentang Kesehatan, dan untuk kepemilikan pil riklona dan campletnya dikenai pasal 62, 60 ayat 5 UU No.5/1997 tentang Psikotropika. Sedangkan Andri dijerat dengan pasal 60 ayat 2 dan 4 UU No.5/1997.
"Untuk bandarnya dijerat pasal 60 ayat 2 dan 4, dan Edi pasal 62 UU No.5/1997 tentang Psikotropika," urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
California tetapkan darurat akibat tangki kimia berisiko meledak di Orange County. Suhu terus naik, potensi ledakan diwaspadai.
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Salad jadi pilihan sehat rendah kalori yang bantu pencernaan dan diet. Simak manfaat dan resep salad segar untuk musim panas.
Kecelakaan Gus Hilman di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) diduga akibat sopir mengantuk. Dua staf meninggal, polisi masih selidiki.