Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Harianjogja.com, JOGJA- Sekretaris Jenderal Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kinardi meminta agar Gubernur DIY tidak terlena dengan nama besar Foxconn, saat http://www.harianjogja.com/baca/2014/01/28/bangun-pabrik-di-jogja-foxconn-juga-butuh-fasilitas-ini-485432" target="_blank">produsen Ipad dan Apple itu akan mendirikan pabrik di Jogja.
ABY mengingatkan akan Track record Foxconn di negara asalnya sendiri perlu jadi pertimbangan.
Menurut Kinardi, banyak artikel ataupun berita yang mengupas tentang kegagalan Foxconn dalam hal memberikan kesejahteraan untuk pekerjanya. Banyak tekanan yang ditujukan kepada perusahaan yang memproduksi iphone dan ipad tersebut.
"Jangan- jangan kejadian yang tidak mengenakan itu juga terjadi di Jogja, karena tenaga di sini terhitung
murah," ujarnya, Selasa (28/1/2014).
Ia mengingatkan, banyak perusahaan asing di DIY gagal memenuhi hak-hak normatif kaum pekerja. Namun, tidak lantas ABY anti pada investor asing, asalkan tiga syarat terpenuhi, yakni memberikan upah sesuai upah minimum, memberikan jaminan sosial, dan rencana keberlanjutan perusahaan yang terperinci dalam perjanjian hitam di atas kertas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.