Bandara dan Pelabuhan Jadi Modal Kulonprogo untuk Tarik Pabrik Foxconn

Senin, 03 Februari 2014 13:50 WIB
Bandara dan Pelabuhan Jadi Modal Kulonprogo untuk Tarik Pabrik Foxconn

Harianjogja.com, KULONPROGO - Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengklaim, Kulonprogo merupakan wilayah paling potensial untuk terpilih menjadi lokasi penanaman modal perusahaan Foxconn, menyusul rencana produsen Apple dan Iphone itu mendirikan perusahaan di DIY.

Dua megaproyek di Kulonprogo, yakni bandara dan pelabuhan menjadi modal guna meyakinkan secara efisiensi perusahaan itu mantap berinvestasi di Kota Binangun.

"Bandara dan pelabuhan jelas menjadi pendukung terhadap sebuah investasi. Keduanya bakal ada di Kulonprogo. Jadi paling efisien perusahaan itu berdiri di sini [Kulonprogo]," ujar Hasto, Minggu (2/2/2014).

Potensi Kulonprogo, lanjut Hasto, tidak hanya sisi kedekatan dengan bandara dan pelabuhan saja yang bisa jadi pertimbangan. Lebih dari itu, harga tanah di Bumi Menoreh saat ini relatif paling murah dibandingkan dengan wilayah lain di DIY.

Banyak pula lahan tidak produktif yang bisa dibangun pabrik sehingga tidak sampai menjadikan alih fungsi lahan pertanian.

Sementara sarana infrastruktur, seperti ketersediaan air bersih, listrik dan jangkauan transportasi menurut dia sangat memungkinkan.

Bupati yang juga masih aktif berprofesi sebagai dokter spesialis opsgyn itu menjanjikan kawasan Sentolo sebagai lokasinya. Di situ nanti Foxconn dengan industri lainnya mengingat wilayah ini akan ditata sedemikian rupa menjadi kawasan industri seiring bergulirnya megaproyek.

Nantinya juga, Hasto siap berembug dengan Pemda DIY ketika otoritas Foxconn datang ke Jogja meninjau lokasi.

"Kami siap tunjukkan lokasi di sini yang hendak dipilih. Kalau pun tidak di Sentolo, masih banyak lahan wilayah lain di Kulonprogo ini yang cocok untuk perusahaan itu," tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online