34 Desa di Sragen Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan 500 Tangki
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Ekskavator meratakan sisa bangunan yang telah ditinggal pemilik di kawasan bantaran Bengawan Solo di kampung Putat, Kalurahan Sewu, Jebres, Solo, Rabu (29/1). Progran normalisasi di aliran Bengawan Solo tersebut akan terus dilakukan dengan cara merelokasi warga yang tinggal di bantaram
Harianjogja.com, KULONPROGO - Polemik pembangunan tambak udang di Pesisir Kulonprogo mencapai klimaks, Minggu (2/2/2014).
Ratusan warga Pedukuhan I, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan ramai-ramai menahan eksavator yang dipergunakan untuk mengeruk gumuk pasir,
Aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 13.30 WIB. Massa mendatangi lokasi pembuatan tambak yang tengah berlangsung di wilayah setempat.
Sumanto, 45, salah satu warga menuturkan, niat warga kala itu adalah untuk meminta pemulihan kembali satu lahan di sebelah timur Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Bugel yang sudah terlanjur dikeruk.
"Kami datang ke lokasi yang satunya, kebetulan pengerukan masih berlangsung," ujar Sumanto saat ditemui wartawan, Minggu (2/2/2014) sore.
Sayang, pekerja di proyek pembuatan tambak itu melarikan diri begitu melihat banyak warga bergerak mendekat ke lokasi tempat mereka bekerja. Namun, tenaga pengoperasian eksavator tidak sempat kabur. Beruntung warga tidak melakukan penganiayaan terhadapnya. Pekerja tersebut hanya disuruh meratakan kembali gumuk pasir yang belum selesai dikeruk sepenuhnya.
"Kami juga menuntut gumuk pasir di sebelah timur TPI yang sudah selesai dikeruk supaya dikembalikan seperti semula," tandasnya.
Kebetulan saat itu, lanjut Sumanto, sejumlah anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Panjatan, seperti Camat dan Kapolsek juga mendatangi lokasi proyek. Dalam kesempatan itu, warga akhirnya mengungkapkan sikap keberatan terhadap pembuatan tambak di pesisir Bugel.
Sumanto mengungkapkan, tambak yang tengah dibuat jelas-jelas mengancam kelestarian lingkungan pantai. Keberadaan tambak hanya berjarak kurang dari 100 meter dari pantai. Jelas-jelas menurut dia kawasan itu merupakan sempadan pantai.
"Jika dipaksakan jelas nanti pertanian di sini kena terjangan air laut saat ombak pasang karena gumuk pasir diratakan. Jadi sudah tidak ada lagi penahan ombak," paparnya melanjutnya.
Dia menegaskan agar pembuatan tambak dihentikan dan gumuk pasir dipulihkan seperti semula.
"Jika masih nekat ya siap-siap saja berhadapan dengan warga," ancamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Curhat di media sosial bukan sekadar cari perhatian, tetapi dipengaruhi kebutuhan emosional, validasi, dan koneksi sosial.
Penjualan mobil nasional Januari–Mei 2026 naik 12,8 persen, didorong kendaraan listrik dan hybrid, sementara LCGC turun tajam.
Prediksi Selandia Baru vs Mesir di Grup G Piala Dunia 2026: rekor 15 tahun tak terkalahkan vs 9 kali gagal. Simak susunan pemain dan skor prediksi.
Penipuan K-pop di Korsel melonjak 4 kali lipat dalam 2 tahun. Konser BTS di Busan jadi sorotan. Tips aman untuk wisatawan Indonesia.
PakNas menolak rencana kemasan rokok polos dan mendesak Kemenkes melibatkan konsumen dalam penyusunan aturan turunan PP 28/2024.