Kawasaki Siapkan Motor Baru, Versys 900 Meluncur 13 Oktober?
Kawasaki menyiapkan motor baru untuk 13 Oktober 2026. Sejumlah petunjuk mengarah pada dugaan Versys 900 bermesin empat silinder.
Ilustrasi bus angkutan umum (JIBI/Dok)
Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak delapan jalur bus akan melewati Parkir Ngabean saat tempat tersebut diterapkan sistem parkir portable. Langkah itu dilakukan untuk mendukung pemanfaatan tempat itu sebagai kantong parkir.
Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Sularto menuturkan, saat ini kedelapan jalur bus tersebut tengah digodok oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) DIY. Tujuannya, agar saat diterapkan tidak terjadi persoalan nantinya.
"Soal jalur mana saja, masih dikaji pihak Dishubkominfo DIY. Kami sendiri masih menunggu kapan mau diajak koordinasi," ujarnya, Senin (3/2/2014).
Menurut dia, selain akan ada angkutan, juga dibutuhkan penataan ulang mengenai desain tempat parkir tersebut. Tanpa ada penataan ulang desain tempat, maka penerapan parkir portable di tempat tersebut akan sulit dilakukan.
"Untuk saat ini jelas sulit dilakukan. Nantinya Pemda DIY juga harus melakukan sosialisasi kepada awak bus terkait dengan perubahan jalur tersebut," terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasaki menyiapkan motor baru untuk 13 Oktober 2026. Sejumlah petunjuk mengarah pada dugaan Versys 900 bermesin empat silinder.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.