Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul mulai ancang-ancang untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2015 mendatang.
Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ikhsan menuturan KPU sudah ada koordinasi awal untuk penyampaian anggaran ke Pemerintah Kabupaten dengan mengajukan dua tahun anggaran.
“Untuk 2014 kami mengajukan anggaran di atas Rp200 juta sedangkan untuk 2015 akan kami bahas lagi. Kemungkinan akan kami ajukan sekitar Rp18 miliar sampai Rp20 miliar,” paparnya, Rabu (5/2/2014).
Untuk waktu pelaksanaan belum ada penentuan karena harus dibahas dengan berbagai lembaga. Selain itu, KPU Gunungkidul juga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Sleman karena pada penyelenggaraan dan pelantikan Pilkada 2010 hampir bersamaan.
“Untuk tahapannya sendiri kami masih menunggu apakah ada regulasi yang baru atau tidak. Bila tidak ada, berarti memakai regulasi pada 2010 lalu,” tutur Ikhsan.
Adapun, tahapan yang dilakukan yakni persiapan, pelaksanaan serta penyelesaian. Untuk waktu pelaksanaanya, Zaenuri mengaku belum bisa memberikan rincian lantaran belum ada pembahasan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar panen raya komoditas padi, penyerahan bantuan alat pertanian,
PLTS Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun dengan investasi Rp1,6 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.