Mengembalikan Muruah Konstitusi dalam Praktik Bernegara
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul mulai ancang-ancang untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2015 mendatang.
Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ikhsan menuturan KPU sudah ada koordinasi awal untuk penyampaian anggaran ke Pemerintah Kabupaten dengan mengajukan dua tahun anggaran.
“Untuk 2014 kami mengajukan anggaran di atas Rp200 juta sedangkan untuk 2015 akan kami bahas lagi. Kemungkinan akan kami ajukan sekitar Rp18 miliar sampai Rp20 miliar,” paparnya, Rabu (5/2/2014).
Untuk waktu pelaksanaan belum ada penentuan karena harus dibahas dengan berbagai lembaga. Selain itu, KPU Gunungkidul juga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Sleman karena pada penyelenggaraan dan pelantikan Pilkada 2010 hampir bersamaan.
“Untuk tahapannya sendiri kami masih menunggu apakah ada regulasi yang baru atau tidak. Bila tidak ada, berarti memakai regulasi pada 2010 lalu,” tutur Ikhsan.
Adapun, tahapan yang dilakukan yakni persiapan, pelaksanaan serta penyelesaian. Untuk waktu pelaksanaanya, Zaenuri mengaku belum bisa memberikan rincian lantaran belum ada pembahasan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai
Anggota Komisi III DPR meminta hukuman mati bagi Febrie Adriansyah usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU.
Iran belum akan berunding dengan AS hingga Washington mengubah sikap. Selat Hormuz dan program nuklir menjadi isu utama.
Cari hardisk eksternal murah? Simak rekomendasi Toshiba, Seagate, dan WD lengkap dengan spesifikasi, harga, serta tips memilih.
Defisit APBN Semester I 2026 menyusut menjadi Rp196,5 triliun, namun belanja subsidi dan kompensasi melonjak hingga Rp233 triliun.
Karyawan konveksi di Sewon, Bantul, ditangkap usai mencuri uang majikan Rp2,55 juta. Polisi menyebut uang hasil curian dipakai untuk bermain.