Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pangkalan elpiji mewaspadai pengecer elpiji tiga kilogram yang meminta bahan bakar bersubsidi ini secara berlebihan dari sebelumnya.
"Sejak awal kami telah sampaikan ke pangkalan bahwa pengiriman dilakukan secara merata, misalnya pengecer yang biasanya diberi 10, namun minta 15 tabung, maka itu perlu ditanyakan," kata Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto, Kamis (6/2/2014).
Menurut dia, kewaspadaan terhadap pengecer yang minta elpiji lebih banyak dari sebelumnya itu, untuk mengantisipasi praktik kejahatan bisnis, menyusul tertangkapnya http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/06/polisi-gerebek-markas-penyuntikan-gas-di-bantul-487479" target="_blank">pelaku pengoplos elpiji dari tabung tiga kilogram ke tabung 12 kilogram di Bantul, beberapa waktu lalu.
"Saya kira kalau semua pangkalan seperti itu kondisi elpiji tiga kilogram untuk Bantul aman, baik dari segi ketersediaan maupun kecurangan seperti mengoplos elpiji tidak terjadi, karena untuk memperoleh bahan baku (elpiji) jadi susah," katanya.
Selain mewaspadai hal itu, kata dia pihaknya juga akan meminta kepada para pangkalan elpiji untuk melaporkan setiap kali ada perubahan permintaan jumlah pasokan ke setiap pengecer agar bisa dilakukan monitoring di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.