Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
BISNIS/PAULUS TANDI BONE Pekerja memeriksa tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Makassar, Senin (20/2). Selama 2011, Pertamina mengalami kerugian total Rp4,27 triliun, terdiri dari rugi akibat penjualan BBM subsidi sebesar Rp460 miliar dan akibat penjualan LPG nonsubsidi sebesar Rp3,81 triliun.
Harianjogja.com, BANTUL- Kabupaten Bantul memprotes keputusan PT. Pertamina menyalurkan tambahan kuota gas elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg sebanyak 8% ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak Januari 2014.
Bantul mulai Januari 2014 mendapat tambahan gas 3 Kg sebanyak 8% dari total kuota yang ada saat ini sebanyak 19.000 tabung gas per hari. Namun penambahan kuota 8% atau sebanyak 1.520 tabung tersebut hanya disalurkan di SPBU bukan ke agen atau pangkalan.
Dalam rapat koordinasi Pemkab Bantul bersama seluruh agen gas elpiji di daerah ini serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) yang berlangsung Jumat (7/2/2014), mayoritas peserta yang hadir tidak sepakat bila penyaluran gas bersubsidi hanya dimonopoli oleh SPBU sesuai keputusan PT. Pertamina.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta mengatakan, pihaknya segera melayangkan surat resmi kepada PT. Pertamina untuk membatalkan kebijakan itu.
“Sayang dalam rapat, perwakilan dari Pertamina tidak hadir hanya dari agen dan Hiswana, karena itu kami akan kirimkan surat secara resmi,” terang Sulistyanta, Jumat (7/2/2014).
Menurut Sulistyanta, distribusi gas bersubsidi ke SPBU tidak akan mengatasi masalah kelangkaan gas yang terjadi saat ini. Dikarenakan sebanyak 21 SPBU di Bantul mayoritas berada di perkotaan. Penyaluran gas ke SPBU dinilai tidak merata atau tidak dapat dinikmati masyarakat desa yang jumlahnya lebih banyak.
“Kalau hanya di SPBU warga desa enggak bisa menikmati. Pemkab atau agen bukannya menolak kebijakan ini karena tidak punya hak untuk itu, namun kami mengusulkan agar penyalurannya merata,” ujarnya.
Salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Kecamatan Bambanglipuro, Zahrowi dengan tegas menolak kebijakan Pertamina memonopoli penyaluran gas hanya ke SPBU.
“Jelas ini tidak adil bagi pangkalan. Tolong pemerintah segera bertindak cepat jangan sampai ini berlangsung lama. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” tegas Zahrowi.
Hingga sekarang, permintaan gas bersubsidi di pasaran masih sangat tinggi sehingga gas kerap kali langka di pasaran. Penyaluran yang tidak merata justru merugikan masyarakat terutama warga di pedesaan yang rumahnya jauh dari SPBU. Kuota 8% tersebut harusnya dapat dinikmati seluruh pelosok masyarakat di Bantul.
Pemilik pangkalan gas Bantul Jaya, Nurjayati mengaku pasrah dengan kebijakan Pertamina menyalurkan kuota 8% hanya ke SPBU.
“Saya sekarang malas mau macam-macam, jual gas tiga kilogram ini untungnya sedikit tapi aturanya merepotkan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
BTS dominasi AMA 2026 dengan tiga piala, sementara Taylor Swift pulang tanpa penghargaan di malam penuh kejutan Las Vegas.
Polisi membongkar sindikat curanmor lintas pulau dari Jogja ke Sumatera, empat motor diamankan di Pelabuhan Bakauheni.
Bojan Hodak resmi mundur dari kursi pelatih Persib Bandung usai hattrick juara Liga Indonesia. Igor Tolic ditunjuk sebagai pengganti.
Lima wakil Indonesia langsung gugur di hari pertama Singapore Open 2026 termasuk Rehan/Gloria dan Putri KW.
DeepSeek resmi pangkas harga API V4-Pro hingga 75 persen secara permanen. Akses AI kini makin murah, buka peluang inovasi bagi pengembang dan pelaku usaha.