Kalitalang Klaten Diserbu Wisatawan, Trekking Rasa Pendakian Merapi
Wisata Kalitalang di lereng Merapi makin ramai, jadi favorit trekking dan latihan pendakian, kunjungan tembus 2.500 orang per hari.
(JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Harianjogja.com, JOGJA- Abu vulkanik akibat Letusan Gunung Kelud yang dirasakan sampai Jogja membuat jarak pandang pendek sekitar 2-3 meter, sehingga rawan kecelakaan lalu lintas.
Apalagi di jalan besar, abu tebal di permukaan jalan akan berhamburan saat ada kendaraan yang melintas. Abu beterbangan sehingga menutup pandangan.
Pengendara juga harus berhati-hati akan adanya perbaikan jalan atau galian optik. Papan rambu untuk menghindari perbaikan itu tak terlihat akibat abu yang tersapu kendaraan tersebut.
Di Jalan Sultan Agung, misalnya, setelah perempatan Gondomanan tersebut di bagian kiri jalan ke arah timur, papan perbaikan optik mengecoh pengendara. "Tidak kelihatan, hampir saya tabrak," ujar Adit, mahasiswa UGM itu.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Teknologi Jogja Subandriyo telah memberikan rekomendasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY untuk mengingatkan masyarakat.
"Selain membahayakan lalu lintas, abu vulkanik mengandung silica yang dapat menggores retina dan paru-paru," ujar dia.
Ia menyarankan, agar pengendara menggunakan kaca mata dan masker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata Kalitalang di lereng Merapi makin ramai, jadi favorit trekking dan latihan pendakian, kunjungan tembus 2.500 orang per hari.
Pembangunan Sekolah Rakyat Batang ditargetkan dimulai Juli 2026. Kesiapan lahan dan dokumen proyek di Desa Celapar telah mencapai 99,99 persen.
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Ketua Koperasi BLN diamankan Satgas PASTI terkait dugaan penghimpunan dana ilegal dengan tawaran bunga simpanan hingga 4,17 persen per bulan.
Ribuan peserta meramaikan Funwalk BPR-BPRS Nasional 2026 di Sleman dengan hiburan dan doorprize menarik.
Pemkab Pekalongan mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di daerah rawan bencana.