Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ratusan wisatawan penggemar durian memadati festival durian yang digelar di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Sabtu (15/2/2014). Tidak hanya membeli, para wisatawan juga terlibat dalam lomba makan durian. Sebagian wisatawan lainnya mengikuti lelang durian.
Jajang Agus Sonjaya, 40, wisatawan asal Jogja ini akhirnya terpilih menjadi pemenang dalam lomba makan durian mengalahkan 20 peserta lainnya. Dosen UGM ini mampu menghabiskan 15 biji durian dalam waktu dua menit. Kriteria lomba dinilai dari kecepatan, cara makan, dan kebersihan daging durian dari bijinya.
Jajang pun berhak membawa lima buah duria dari panitia. “Saya memang hobi makan durian, tidak menyangka kalau menang,” ucap Jajang usai makan durian.
Dia juga mengaku baru pertama kali makan durian disaksikan ratusan orang. Awalnya dia ke Gunungkidul hanya sekedar ingin berlibur. Baginya obyek wisata di Gunungkidul tidak asing lagi, termasuk sentra durian yang menjadi hobinya. “Enak juga duriannya,” tukas pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini.
Panitia penyelenggaran Muhajir mengatakan, festival durian yang baru pertama kali digelar di Gunungkidul dengan maksud memperkenalkan kepada masyarakat soal keunggulan durian lokal Gunungkidul, khususnya wilayah Patuk. Sebagai wilayah yang dikenal tandus dan kering, namun ternyata bisa menghasilkan buah durian yang melimpah. “Warga Dusun Ngasemayu rata-rata mempunyai pohon durian lebih dari lima pohon,” kata Muhajir.
Diantara keunggulan durian lokal Gunungkidul, kata Muhajir, rasanya yang manis, tidak dijual kecuali yang sudah matang diatas pohon. “Tandanya matang dipohon dia akan jatuh sendiri,” ucap dia.
Muhajir juga mengklaim kualitas durian lokal baik karena sampai saat ini tidak pernah ada keluhan dari penghobi durian yang membeli di pinggir-pinggir jalan Jogja-Wonosari, wilayah Patuk. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Soto ayam menjadi menu favorit pembalap dan ofisial GP Indonesia 2026 di Mandalika. Lapak SSB milik Hesti bahkan menjual lebih dari 200 porsi sehari.
Polri memutasi 199 personel melalui Telegram Kapolri 10 Oktober 2026. Sejumlah jabatan strategis, termasuk Kakorlantas dan tiga Kapolda, berganti.
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026, meraih 10 poin, dan naik ke posisi ketujuh klasemen. Maximo Quiles memastikan gelar juara dunia.
DPRD Jogja mengapresiasi aksi warga melalui Code Fest #2 dan mendukung penataan Kali Code untuk menjaga lingkungan serta mengembangkan potensi wisata.
Prabowo menerima Presiden Mesir El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Mesir.