Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
JIBI/Solopos/Agoes Rudianto Pelajar menggunakan masker dan payung saat berangkat sekolah di Jl. Adisucipto, Solo, Jumat (14/2). Mereka terpaksa pulang lagi ke rumah karena sekolah diliburkan pasca hujan abu yang mengguyur Kota Solo sebagai dampak erupsi Gunung Kelud di Kediri.
Harianjogja.com, BANTUL- Puluhan warga di Bantul mengalami gangguan pernafasan sebagai dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud. Sebagian di antaranya terpaksa dirawat inap di rumah sakit.
Humas RS PKU Muhamadiyah Bantul Budi Santosa menyebutkan, sepanjang Jumat (14/2/2014) hingga Senin (17/2/2014) siang, sedikitnya ada 45 warga yang terinfeksi gangguan pernafasan.
Sebanyak 18 di antaranya terkena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) serta 27 lainnya asma atau sesak nafas. Total sebanyak 45 orang. Sebagian dari warga tersebut terpaksa harus dirawat inap. Meski Budi mengaku belum dapat memastikan berapa persisnya jumlah warga yang telah diopname.
“Itu [45 pasien] data yang sudah pulang, baik sebelumnya telah rawat jalan atau rawat inap. Jadi belum termasuk data pasien ISPA atau asma yang sekarang tengah dirawat atau belum pulang," terang Budi Santosa ditemui Senin (17/2/2014).
Kebanyakan pasien berasal dari kalangan warga lanjut usia (lansia).
Dokter Susianti Miranda yang berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengatakan, jumlah pasien rawat inap di RS itu melonjak drastis akibat dampak abu vulkanik Gunung Kelud. Tidak hanya pasien ISPA atau asma namun juga kecelakaan berkendara.
Khusus pasien dengan gangguan pernafasan, ditambahkannya, tidak hanya mengakibatkan warga yang mulanya sehat menjadi sakit. Namun juga memicu kambuhnya penyakit gangguan pernafasan yang dialami pasien yang memang telah lama mengidap penyakit pernapasan.
Adapun di RSUD Panembahan Senopati, ada empat pasien yang mereka tangani karena dampak abu vulkanik. Dua di antaranya positif ISPA, dua lainnya mengidap Pneumonia.
"Satu pasien ISPA dan satu pasien Pneumonia harus dirawat inap lainnya rawat jalan," terang Pambudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.