NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebanyak 105.000 benih ikan gurameh dan lele di kelompok pembudidaya ikan Trunojoyo, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, mati akibat abu vulkanik.
Akibatnya, persediaan konsumsi ikan dalam kurun waktu dua bulan mendatang terancam.
Ketua Forum Silaturahmi Pokdakan, Wagiran, mengaku belum memiliki data resmi terkait kerugian dari musibah ini. “Kemungkinan, jumlah kerugiannya besar karena di kulonprogo terdapat ribuan kolam ikan,” jelasnya, Rabu (18/2/2014).
Disebutkannya, benih ikan yang mati ini berukuran empat hingga tujuh sentimeter. Tebalnya abu vulkanik membuat ikan tidak berdaya, karena mengandung belerang. Mengingat prosesnya cepat, petani tidak bisa melakukan penanganan dini dan akhirnya benih ikan pun mati.
Ia menambahkan, selain benih, hujan abu juga berpengaruh terhadap stok cacing sutra untuk pakan ikan. “Panen cacing juga akan mengalami kemunduran dan para petani harus membuat pakan alternatif,” katanya.
Kondisi serupa juga dialami para peternak yang kesulitan mencari pakan ternak karena semua bahan tercampur pasir dan kemungkinan dapat menyebabkan penyakit pada ternak.
Jamal, 45, peternak kambing di Dusun Sentolo Lor, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, mengaku, sulit mendapatkan pakan ternak sejak tiga hari lalu karena banyak rumput yang terkena abu vulkanik. “Sehingga harus dicuci terlebih dahulu supaya ternak tidak sakit saat memakan,” ungkapnya.
Sutarno, 47, anggota kelompok ternak sapi Sumber Rejeki di Dusun Kriyanan, Desa Wates, Kecamatan Wates, juga mengeluhkan hal senada. Ia khawatir pakan yang tercampur abu vulkanik jika termakan ternak akan menyebabkan ternak lumpuh.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kulonprogo, Endang Purwaningrum, mengaku, sudah melakukan pemantau di lapangan melalui petugas kesehatan hewan di 12 kecamatan.
“Hingga saat ini belum ada laporan ternak yang sakit akibat pakan yang terkontaminasi debu vulkanik, hanya beberapa ternak mengalami sakit mata,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
KAI Bandara mengajak komunitas Difabelzone mencoba KA YIA PSO sekaligus mengenalkan fasilitas transportasi publik yang aman dan inklusif.
KORIKA menilai Indonesia perlu memperkuat kedaulatan data dan talenta agar tidak hanya menjadi pasar dalam perkembangan teknologi AI global.
Hakim menolak perlawanan Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Sidang perkara akan dilanjutkan pada 1 September.
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.