Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Tanah pesisir pantai Gunungkidul banyak yang berpindah tangan karena dibeli oleh pemilik modal. Namun pemilik modal tersebut diduga sebagai makelar yang mencari keuntungan ditengah menggeliatnya potensi wisata Gunungkidul.
Mantan Camat Saptosari Mujiyono mengaku di wilayahnya hampir tidak ada tanah milik di tepi jalur yang dilalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sampai pantai karena sudah banyak dibeli oleh para pemodal besar.
Mujiyono mengaku sempat mengingatkan warganya untuk tidak menjual tanahnya karena sepanjang JJLS bakal memberi kemakmuran jika digunakan usaha warga. “Tapi ternyata pada dijual,” kata dia kepada Harianjogja.com, Kamis (20/2/2014).
Menurut Mujiyono, saat warga menjual tanahnya masih dalam harga kurang dari Rp100.000 per meter persegi sekitar tiga tahun lalu, namun saat ini sudah berkali lipat sampai Rp500.000 per pemeter.
Mujiyono masih ingat sebelum dibangunnya JJLS banyak investor yang mendatangi desa-desa di Saptosari dan melakukan pemetaan tanah warga, tanah Sultan Groun (SG) dan tanah kas desa.
Lalu, lanjut Mujiyono, pemodal tersebut memborong tanah dengan alasan akan dibangun lokasi usaha yang bisa menyerap lapangan kerja namun hingga saat ini belum ada yang terbukti pembangunan tersebut.
“Sepertinya mereka [makelar] cuma pasang jaring [memanfaatkan] untuk mencari keuntungan,” kata dia.
Menurut Mujiyono, pemodal tanah itu sudah mengetahui lokasi-lokasi lahan yang bakal dibangun jalan dan fasilitas umum oleh pemerintah. Hal itu terbukti hampir sepanjang tepi jalan JJLS sudah bukan lagi tanah milik warga. “Sekarang sudah habis tanah milik warga,” tukas Mujiyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
KAI Daop 4 Semarang mencatat volume angkutan barang 269.723 ton pada Januari-September 2026, tumbuh 21,66 persen dibanding tahun lalu.
Hiromu Tanaka mencetak dua gol saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia menyebut kondisi fisik dan mental tim menjadi kunci.
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi menjadi Kapolres Gunungkidul menggantikan AKBP Damus Asa. Ia memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan kepada
PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Hiromu Tanaka mencetak dua gol, sedangkan Matheus Fornazari melengkapi kemenangan Super Elja.
Pemkab dan DPRD Gunungkidul merampungkan revisi Perda Pajak dan Retribusi dalam 14 hari untuk menghindari sanksi dari Kemendagri.