2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Harian Jogja edisi Sabtu (22/2/2014):
Orang Kaya Kuasai Masa Depan Pesisir
GUNUNGKIDUL— Tingginya harga dinilai menjadi pemicu maraknya penjualan tanah di kawasan pesisir Selatan. Namun hal itu dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang akan ditanggung masyarakat di masa yang akan datang.
Berdasarkan penelusuran Harian Jogja, harga tanah di pesisir Selatan Gunungkidul bervariasi. Mulai dari Rp120.000 hingga Rp1,2 juta per meter perseginya.
Jogja Perlu Hujan Buatan
JOGJA- Meski hujan telah turun di wilayah DIY, abu vulkanik masih belum bersih. Sejumlah pihak merekomendasikan hujan buatan untuk membersihkan abu vulkanik letusan Gunung Kelud tersebut.
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja, Toni Wijaya mengatakan hujan yang terjadi Jumat (21/2) dalam intensitas ringan hingga sedang dengan curah hujan mencapai 20-50 mm.
Beri Keterangan Palsu, Said Ditahan KPK
JAKARTA— Mantan ajudan mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, Said Faisal akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Said Faisal ditahan atas sangkaan memberikan keterangan palsu di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru.
DIY Mencari Kontraktor Arkeologi
JOGJA—Proyek rehabilitasi bangunan cagar budaya (BCB) dengan nilai miliaran rupiah dari Dana Keistimewaan DIY siap mengucur tahun ini. Namun ketersediaan pengembang yang memiliki tenaga ahli arkeologi dipertanyakan.
Bukan Honorer tapi Lolos Ujian CPNS K2
SLEMAN—Perwakilan Persatuan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) Sleman mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman, untuk mempertanyakan kebijakan perekrutan CPNS, Jumat (21/2). Rombongan diterima Anggota Komisi C, Huda Tri Yudiana di ruang Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pwertemuan itu, mereka menanyakan adanya empat nama orang yang lolos ujian CPNS tenaga honorer kategori dua (K2), padahal sudah tidak terdaftar sebagai tenaga honorer di Sleman.
Giliran Pedagang Buah yang Keberatan
KULONPROGO—Setelah persoalan relokasi pedagang kios stasiun Wates menemui titik terang, kini giliran para pedagang buah yang berjualan di luar area Stasiun Wates yang keberatan pindah ke dalam kawasan stasiun. Alasannya, mereka khawatir harga sewa kios di dalam kawasan stasiun tinggi serta akses jalan untuk pelanggan dari luar stasiun terbatas.
Bupati Siapkan 5 Hektare Tampung Gepeng
PALIYAN—Bupati Gunungkidul, Badingah menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk menjadi tempat penampungan para gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayahnya. Para gepeng juga akan diberi lapangan kerja.
Ujian Jago Kandang
LONDON-Label jago kandang Chelsea akan mendapatkan ujian saat tim London Barat itu menjamu Everton pada laga lanjutan Liga Premier di Stamford Bridge, Sabtu (22/2/2014).
Rp2 Miliar untuk Pemain
JOGJA—PSIM Jogja menyiapkan duit Rp2 miliar selama semusim untuk membayar gaji pemain.
Sekretaris PSIM Jogja Jarot Sri Kastowo menjelaskan dari total Rp3,5 miliar yang disiapkannya untuk mengarungi musim 2014, sekitar 60% untuk pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial.
Lebih lengkap Anda bisa membaca Harian Jogja versi cetak. Harian Jogja bisa Anda dapatkan di agen terdekat dengan harga Rp2.000.
Selamat membaca. Harian Jogja, Berbudaya, Membangun Kemandirian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.