Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Dua petani membawa rumput gajah menggunakan grobak luncur, melintas di kawasan Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Pasuruan, Jatim, Jumat (27/12/2013). Rumput gajah tersebut di jual dengan harga Rp 15ribu perdua ikat kepada para peternak sapi perah. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra
Harianjogja.com, SLEMAN- Rumput di wilayah Sleman untuk hijauan makanan ternak (HMT) yang terkena abu vulkanik membuat sapi enggan memakannya.
Ketua Kelompok Peternak Sapi Andhini Rahayu di Moyudan, Basuki, mengaku sapi-sapinya stres setelah hujan abu.
"Kalau secara fisik tidak terlihat, tapi nafsu makannya terganggu," ucap Basuki, Jumat.
Basuki mengatakan meski rumputnya sudah dicuci, sapi tetap tidak makan dengan lahap.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Harjanto berpesan agar kebersihan kandang dan makanan ternak dijaga agar mengurangi resiko banyaknya paparan debu masuk saluran pernapasan.
“Kalau sampai sakit, tentu akan mempengaruhi produksi. Tapi ini belum kita amati dampaknya karena memang beberapa bulan baru kelihatan,” kata Harjanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.