JEJAK TRADISI: Jalur Singolangu dan Warisan Cerita Lereng Lawu
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengklaim pendekatan persuasif yang diterapkan dalam proses realisasi pembangunan beberapa megaproyek di Kulonprogo berhasil, sekalipun hasilnya tidak bisa instan.
Pasalnya, proses yang berlarut-larut dan tak kunjung selesai diperkirakan menghambat masuknya investor ke Kulonprogo.
Seperti yang diketahui, megaproyek di Kulonprogo, seperti pabrik pengolahan pasir besi, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), pelabuhan, serta bandara internasional termasuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I).
Lokasi pembangunan tersebut berada di pesisir Kulonprogo dan mengakibatkan warga terpecah jadi dua kubu, yakni kelompok yang mendukung rencana dan sebagian warga yang menolak pembangunan megaproyek.
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menuturkan, upaya persuasif dilakukan supaya warga bisa menerima pembangunan.
“Kami tidak akan melakukan tindakan represif karena bagaimana pun warga adalah bagian dari Kulonprogo, “ ujarnya, Jumat (28/2/2014).
Menurutnya, tindakan persuasif yang dilakukan pemkab menunjukkan hasil, seperti dalam pembebasan lahan garapan warga Karangwuni untuk pembangunan pabrik pengolahan pasir besi.
Semula, semua warga menolak, akan tetapi seiring berjalannya waktu, warga Desa Karangwuni sudah menerima pembangunan pabrik pengolahan pasir besi dengan melepas tanah garapan dan menerima kompensasi.
Hal serupa, kata dia, juga akan terjadi pada warga yang menolak keberadaan bandara. “Dan sudah menjadi tugas pemerintah untuk terus melakukan pendekatan persuasif agar pembangunan berjalan sesuai target dan terealisasi,” tegasnya.
Sutedjo juga membantah jika pembangunan megaproyek dinilai molor karena saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan untuk pembangunan bandara dan sesuai dengan waktu yang ditentukan, tahap ini harus selesai pda 2014.
“2014 masih berjalan tidak bisa dibilang molor dari waktu yang dicanangkan, kecuali saat ini sudah akhir tahun,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
Nadiem Makarim akui bisa khilaf namun bantah korupsi dalam sidang kasus Chromebook Kemendikbudristek, kerugian negara capai Rp2,18 triliun.
Ekonom UGM prediksi harga Pertamax bisa turun pada Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia dan meredanya tensi geopolitik.
Ekonom Permata Bank sebut pelemahan rupiah picu kenaikan harga barang impor dan tekan daya beli rumah tangga secara bertahap.
Waskita Karya kantongi proyek Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3 senilai Rp2,1 triliun untuk mempercepat akses Borobudur dan dorong ekonomi daerah.
BPBD Pati siapkan pengungsian dan bantuan bagi warga Tunggulsari terdampak banjir rob, 73 rumah terdampak dan pemantauan masih dilakukan.