OPINI: Muruah sebagai Fondasi Kehidupan Kampus yang Bermartabat
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Setelah beberapa kali tertunda, peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan pasir besi di Desa Karangwuni, Wates, dipastikan akan terealisasi setelah pemilu legislatif pada April mendatang.
“Rencananya tetap April besok tetapi setelah pemilu,” ujar Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkoro, kepada wartawan, Senin (3/3/2014).
Menurut dia, molornya peletakan batu pertama disebabkan persoalan administratif, bukan faktor pendekatan. Berbeda dengan beberapa waktu lalu, kata dia, pembangunan pabrik pengolahan besi molor kemungkinan karena ada pendekatan yang salah.
Ia mengaku sudah mendapat surat dari Kementerian ESDM terkait pembangunan pabrik pengolahan pasir besi di Kulonprogo untuk memperbaiki feasibility study.
“Dalam hal ini juga perlu ditekankan, problematika Angkasa Pura dengan JMI bukan soal kementerian, tetapi soal pra syarat, seperti angin, perbukitan, jarak, sutet, dan kebisingan yang tercantum dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP),” jelasnya.
Terpisah, Direktur SDM dan Community Development PT JMI, Heru Priyono, membenarkan, peletakan batu pertama akan dilakukan setelah pemilu legislatif. “Untuk tanggalnya belum dapat dipastikan tetapi sekitar April,” tegasnya.
Saat ini, urainya PT JMI sedang mempersiapkan infrastruktur jalan dan penataan lahan untuk peletakan batu perrtama, termasuk membuat areal parkir dan merapikan tempat acara.
Terkait pengaruh peletakan batu pertama yang dilakukan PT JMI dengan persoalan KKOP yang belum selesai dengan PT Angkasa Pura, Heru enggan berkomentar. “Seharusnya sudah memenuhi KKOP, tetapi saya no comment dulu soal angksa Pura,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.
Puluhan siswa SMP di Yogyakarta mendapat kesempatan belajar teknologi secara langsung bersama mahasiswa dari Indonesia dan Hong Kong
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul memprediksi tingkat hunian kamar hotel atau okupansi selama musim libur sekolah 2026 hanya menc
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 jadi dasar pemetaan ekonomi daerah. Data dijamin rahasia dan digunakan untuk perencanaan.
Pertama di Indonesia, Perlindungan Menyeluruh Hingga 3 Tahun terhadap Risiko Kerusakan dan Kehilangan
Rupiah melemah ke Rp17.859 per dolar AS. Penguatan dolar AS dan kebijakan The Fed jadi faktor utama tekanan mata uang.