Konvoi Pesilat Knalpot Brong di Boyolali Disorot, DPRD Minta Tindakan
Konvoi pesilat berknalpot brong di Boyolali yang viral dekat RS PKU Aisyiyah menuai sorotan. DPRD mendesak penindakan tegas.
Harianjogja.com, BANTUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyatakan paling lambat pembentukan Kelompok Penyenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada 9 Maret 2014.
Panitia Pemungutan Suara (PPS) diimbau segera berkoordinasi dengan kepala desa dan dukuh untuk menentukan tujuh nama untuk anggota KPPS yang telah disiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Komisioner KPU Bantul Arif Widayanto Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu mengatakan sebanyak 75 PPS di Bantul tinggal memiliki waktu empat hari ke depan untuk segera membentuk KPPS selaku penyelenggara pemungutan suara.
Pemilu legislatif 9 April nanti dibutuhkan 11.475 tokoh masyarakat untuk dipilih sebagai anggota KPPS untuk sebanyak 2.295 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bantul.
"Jumlah itu akan ditambah 4.590 personel dari Perlindungan Masyarakat (Linmas)," kata Arif ditemui Harianjogja.com, Selasa (4/2/2014).
Arif menambahkan, komposisi KPPS di tiap TPS terdiri dari lima masyarakat umum ditambah dua dari Linmas yang akan bertanggung jawab lancarnya pemungutan suara.
Menurut dia, masa kerja KPPS terhitung sampai berakhirnya tahap penghitungan suara di tingkat PPS atau desa.
KPU Bantul telah menyiapkan anggaran untuk honarium KPPS sekitar Rp17 miliar untuk pemilu legislatif hingga dicadangkan dua putaran untuk pemilihan presiden (Pilpres).
"Khusus Pileg ini anggaran disediakan langsung dari APBN sekitar Rp5 miliar," tambah aktivis pemuda asal Sanden Bantul ini.
Honorarium tujuh anggota KPPS nanti terperinci untuk ketua sebesar Rp400.000 dan enam anggota masing-masing Rp300.000.
Arif berharap dalam pembentukan KPPS nanti faktor usia dan kemampuan ketelitian tiap personal bisa menjadi dasar menentukan pengisian penyelenggara pemilu agar kecermatan bertugas dapat dicapai.
"Yang tidak boleh lupa KPPS ini juga harus bisa menjaga netralitas dari semua parpol," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konvoi pesilat berknalpot brong di Boyolali yang viral dekat RS PKU Aisyiyah menuai sorotan. DPRD mendesak penindakan tegas.
Tren HP baterai jumbo semakin diminati. Daya tahan lebih lama membuat banyak pengguna mulai mengurangi ketergantungan pada powerbank.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,8 miliar untuk rehabilitasi 615 RTLH pada 2026. Program dimulai Juli dan menjangkau seluruh kapanewon.
Gojek Luncurkan Jalan Jajan Gojek Yogyakarta untuk Permudah Wisatawan Jelajahi Destinasi dan Kuliner di Jogja
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
umah Sakit (RS) JIH Yogyakarta berkolaborasi dengan SJD Barcelona Children's Hospital menggelar JIH Medical Elevation 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selas