Pabrik Briket Batok Kelapa di Karanganyar Terbakar
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
(JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah sumur milik warga di Pedusunan Tawang, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan mengalami perubahan warna dan bau setiap kali turun hujan.
Sumur yang semula berwarna jernih berubah warna menjadi kecoklatan dan menebar aroma tidak sedap.
Hal itu diduga terjadi akibat merebaknya limbah sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Banyuroto yang letaknya tidak jauh dari pedusunan itu.
Sadiyo, 43, salah satu warga yang sumurnya tercemar mengungkapkan, pencemaran air sumur mulai terjadi sejak TPAS beroperasi, 2012 silam.
"Dulu sumur saya dan warga lainnya di sini jernih terus. Lah ini tiap kali hujan mengguyur selalu tercemar oleh limbah sampah yang mengalir sampai saluran kampung sini," ujarnya, Senin (3/3/2014).
Perubahan warna dan aroma air, lanjut Sadiyo hanya berlangsung saat hujan masih mengguyur. Ketika tiba saatnya hujan tidak setiap hari turun, maka sumur masih bisa difungsikan. Hanya saja, dia tetap melarutkan kaporit ke sumur untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat pencemaran air.
Pencemaran air itu membuat sebagian warga mulai beralih menggunakan air Perusahaan Air Minum (PAM). Tapi ada juga warga yang masih bertahan dengan sumur tidak steril itu. Mereka yakni yang secara ekonomi belum berkecukupan.
Sadiyo menambahkan, konon ada lembaga peneliti lingkungan yang sudah mengambil sampel pencemaran air sumur itu. Tapi hingga kini warga tidak mengetahui kejelasan hasil dari penelitian itu.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kepala Desa Banyuroto, Ngatijo mengatakan, hingga saat ini warga belum melakukan pemberitahuan ke balaidesa terkait pencemaran sumur itu.
Dia berharap, warga melakukan pemberitahuan resmi ke balaidesa sehingga Pemdes bisa membawa aspirasi itu ke kabupaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Dinkes Sleman rencanakan Raperda KTR masuk Prolegda 2027, atur ruang publik dan keseimbangan hak perokok serta nonperokok.
Pemerintah bebaskan PPN tiket pesawat ekonomi domestik selama libur sekolah 2026 untuk dorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.
DPRD Semarang klarifikasi isu titip siswa SPMB 2026. Sistem seleksi SMP negeri berbasis kuota dan aturan resmi Disdik.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di PENAS XVII Gorontalo 24 Juni dengan puluhan ribu peserta serta agenda pertanian dan nelayan nasional.