PEMILU 2014 : Panwaslu Selidiki Caleg Bagi-bagi Kain

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jum'at, 07 Maret 2014 12:06 WIB
PEMILU 2014 : Panwaslu Selidiki Caleg Bagi-bagi Kain

KERAJINAN BATIK PRODO Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan batik prodo di Desa Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, Jumat (28/2). Kerajinan batik prodo yang merupakan salah satu dari cabang jenis kesenian batik yang dikhususkan untuk memperindah kain batik dengan warna emas tersebut dijual seharga Rp 100.000,00 hingga Rp 1.500.000,00 tergantung ukuran dan jenis kain, dan dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia. ANTARA FOTO/Noveradika

Harianjogja.com, BANTUL-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul berjanji akan menyelidiki dugaan politik uang yang dilakukan caleg di Desa Wonolelo, Pleret, Bantul.

Caleg incumbent itu diakui sejumlah warga Wonolelo membagi-bagikan kain batik sepanjang dua meter kepada para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Dasa Wisma.

Sebagai imbalannya, warga melalui sejumlah ibu-ibu yang bertugas membagi batik, dipesankan untuk mencoblos caleg tersebut pada pemilihan 9 April mendatang.

Ketua Panwaslu Bantul, Supardi menyatakan, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) segera diinstruksikan menyelidiki kasus tersebut. Panwaslu kata dia baru tahu ada dugaan politik uang jelang pemilu tersebut dari laporan media.

"Kami baru tahu, karena sampai sekarang belum ada laporan dari Panwascam, kami segera selidiki kasus tadi," imbuhnya Kamis (6/3/2014).

Supardi meminta ada laporan resmi dari warga serta saksi untuk memperkuat bukti dugaan politik uang yang dilakukan caleg. Sesuai aturan, kasus politik uang dapat masuk ke dalam ranah pidana alias bukan pelanggaran administratif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online