Diprotes Warga, Pengolahan Limbah Emas Ditutup

Senin, 10 Maret 2014 15:11 WIB
Diprotes Warga, Pengolahan Limbah Emas Ditutup

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pengolahan limbah penambangan emas di Dusun Plampang II, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap akhirnya ditutup sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Hal ini dilakukan setelah puluhan warga Plampang II, Sengon I, dan Sengon II melaporkan pencemaran air sungai dan sumur yang diduga berasal dari tempat pengolahan limbah tersebut ke Polsek Kokap, Senin (10/3/2014).

Dugaan pencemaran muncul ketika ribuan ikan yang terdapat di kolam milik warga dan sepanjang aliran sungai dari Plampang II sampai dengan Desa Hargomulyo mati dan mengambang, Sabtu (8/3/2014) lalu.

Sejak kejadian tersebut, warga menjadi resah dan takut untuk mengkonsumsi air yang terdapat di sumur mereka karena lokasinya berdekatan dengan sungai.

Seniyah , 47, warga Plampang II, menuturkan, semenjak semua ikan di aliran sungai dan kolam salah satu warga bernama Dirjo mati, warga enggan minum air dari sumur. “Warga takut mati karena diduga airnya beracun,” ujarnya.

Menurutnya, selain berbau tidak sedap, air di lingkungan warga juga berubah warna menjadi keruh. Ikan yang mati, kata dia, langsung dikubur dan tidak diizinkan untuk dikonsumsi.

Disebutkannya, jarak sumur dengan tempat pengolahan limbah penambangan emas hanya sekitar tiga meter, sementara jarak tempat pengolahan limbah dengan sungai berkisar lima meter. Kemungkinan, imbuh dia, pencemaran disebabkan kadar kimia pada bahan yang digunakan untuk mengolah limbah berlebihan.

Dukuh Plampang II, Dwi Wuryaningsih, menjelaskan, maksud dari kedatangan warga ke Polsek Kokap untuk mengklarifikasi peristiwa yang terjadi di wilayah tempat tinggal mereka dan bukan melaporkan pihak yang bersangkutan. “Intinya, warga ingin agar kondisi air kembali seperti semula sehingga bisa dikonsumsi oleh warga dengan aman,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online