Geopark Klaten Ditargetkan Tersertifikasi 2027, Bayat Jadi Kawasan
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Ilustrasi Bayi (Dok/JIBI)
Harianjogja.com, JOGJA—Kelahiran bayi bertubuh pendek (stunting) meningkat dari tahun ke tahun. Sejarah kekurangan gizi si ibu sejak remaja ditengarai menjadi penyebab utama karena remaja masa kini lebih suka junkfood ketimbang pecel dan lotek.
“Di Kota Jogja, pada 2012 kasus stunting 12 persen, sedangkan 2013 naik menjadi 16,43 persen. Kami melihat tren naik, padahal batasan kami kasus itu 20 persen,” ungkap Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fetty Fathiyah, usai menggelar acara advokasi Penanggulangan Masalah Gizi di Ruang Bawah Balaikota, Selasa (18/3/2014).
Angka kelahiran di Kota Jogja, ujar dia, sekitar 4.000 per tahunnya. Adapun mengenai tinggi ideal bayi ketika lahir menurut World Health Organization(WHO) 50 sentimeter (cm), tapi Kementerian Kesehatan menetapkan 48 cm karena menyangkut perbedaan genetik dengan masyarakat luar Indonesia.
Bayi stunting lebih berisiko terhadap penyakit tidak menular, seperti serangan jantung, gula, dan stroke. Menurut kajian lain, bayi stunting tingkat intelegensinya juga kurang dibanding bayi normal, sehingga perlu diberi asupan gizi lebih.
Fetty mengatakan, penyebab bayi stunting bukan karena asupan gizi saat ibu hamil, tapi sebetulnya karena kasus kekurangan gizi kronis pada anak-anak remaja. Dari penelitian Fakultas Kedokteran UGM, 39,1% remaja putri DIY mengalami anemia dan 38,1% kurang gizi.
Kekurangan gizi pada remaja putri itu juga dilihat dari pengukuran anthropometer, yang salah satunya mengukur lingkar lengan. Ukuran idealnya ada 23,5 cm. “Ini karena pengetahuan gizi kurang, apalagi sekarang banyak junk food. Remaja banyak memilih junkfood ketimbang pecel,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Program GEMAR BKKBN di MAN 1 Yogyakarta mengajak ayah lebih aktif mendampingi pendidikan anak untuk mencegah fenomena fatherless.
Mata berair tapi terasa kering bisa jadi tanda gangguan serius, ini penyebab dan solusinya.
Raudi Akmal tetap ditahan meski sakit, kuasa hukum ajukan penangguhan ke Kejari Sleman.
Saatnya memanfaatkan kesempatan program Final WOW Sale untuk melengkapi hunian dan kebutuhan bisnis bersama INFORMA Pakuwon Mall Jogja
Vinicius Junior naik ke posisi kedua Sepatu Emas Piala Dunia 2026, tempel Messi.