Relokasi Pabrik Otomotif ke Vietnam, 5.000 Buruh Khawatir PHK
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Calon legislator (Caleg) partai politik yang ikut memeriahkan pesta demokrasi tidak hanya yang berasal dari kalangan elite saja. Seperti yang dilakukan Karjono, 45, Caleg Partai Bulan Bintang dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kulonprogo. Berikut laporan Wartawan Harian Jogja, Arif Wahyudi.
Terik matahari begitu menyengat saat lalu lalang kendaraan bermotor melintas di sekitar perempatan Bendungan, Wates, Selasa (18/3/2014). Di bawah traffic light, Karjono menanti kendaraan yang akan berhenti ketika rambu lalu lintas itu menyala merah.
Dia kuat menahan panas matahari. Dia sabar meski keringat mengucur deras. Wajahnya yang berkilau oleh keringat pun kelihatan mulai pekat oleh sapuan sisa abu vulkanik Gunung Kelud yang belum sirna.
Dia membawa tumpukan selebaran pamflet bergambar Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang akan maju dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Tapi di balik selebaran milik GKR Hemas itu, Karjono menyisipkan fotokopian pamflet visi misi yang dia usung dalam niatannya maju menjadi Caleg PBB.
Orang awam yang melihat pasti tidak tahu kalau pria asal Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo ini adalah calon wakil rakyat yang namanya sudah tercantum dalam surat suara untuk Dapil I Kulonprogo yang mencakup Wates, Temon dan Panjatan.
Saat itu, Karjono hanya mengenakan pakaian batik, bukan kaos atribut partai. Dia juga tidak mengenakan sepatu, tapi hanya sandal.
Banyak orang yang mengira Karjono hanyalah orang suruhan partai untuk menyebarkan pamflet.
Tapi siapa sangka, dia salah satu caleg. Senyumnya mengembang saat lampu merah menyala, matanya sudah tertuju pada deretan kendaraan di jalan menunggu lampu hijau menyala. Itu harapannya tiba untuk tebar pesona memasarkan dirinya.
Disapanya para pengendara yang berhenti sembari tangannya menitipkan selebaran. "Jangan lupa ya, pilih saya," paparnya dengan senyum mengembang kepada setiap pengendara.
Di sela-sela perbincangan, Karjono mengaku hanya modal nekat sebagai bekalnya mencalonkan diri jadi anggota Dewan. Materi untuk berkampanye jelas kalah jauh bila dibandingan dengan kontestan lainnya. Dia mengaku hanya bermodal Rp600.000 saja untuk bekal kampanye.
"Ya sekadar buat fotokopi selebaran ini saja. Kalau buat yang lain saya jelas enggak mampu," paparnya.
Dana kampanye yang super minim itu saja dia dapat dari hasil penjualan kelapa di kebunnya. Tanpa gengsi Karjono mengaku selama ini dia hanyalah pengangguran.
Beberapa kali kesempatan melamar pekerjaan di perusahaan tapi tak pernah nyantol.
Maka dari itu, dalam Pemilu 2014 ini dia hanya berpikir praktis. Perusahaan memang tidak pernah memberinya kesempatan untuk bekerja, tapi siapa tahu saja rakyat akan mempercayainya sehingga dia bisa menjadi anggota Dewan.
"Nasib dan keberuntungan manusia itu kan enggak ada yang tahu. Kalau ada kesempatan mengapa kita tidak memaksimalkan, lagi pula syarat jadi caleg juga cukup mudah. Semoga saja saya terus mendapat keberuntungan," tandasnya.
Dengan modal cupet, dia menyadari tidak mungkin bisa memaksimalkan pembentukan tim sukses. "Bayar pakai apa buat operasional tim sukses? Nanti malah merepotkan," keluhnya.
Akhirnya, bapak tiga anak itu bergerak sendiri untuk menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat. Sasarannya adalah pusat keramaian, seperti pasar, perempatan jalan raya dan Alun-alun Wates. Di sana dia membagikan fotokopian berisi visi dan misi sebagai bekal tebar pesonanya merayu masyarakat.
Setiap hari targetnya harus bisa menyebar minimal 300 eksemplar fotokopi berisi visi dan misi. Sepeda motor Suzuki Shogun warna hitam keluaran 1997 menjadi sarana pengantarnya bisa menyebarkan selebaran pada masyarakat.
Karjono cukup optimistis kendati dengan modal cupet dan tidak punya pengalaman kerja, dia bisa mendulang suara banyak di pemilihan nanti. Dia mengaku, waktu mudanya dihabiskan untuk mengojek di Jakarta beberapa tahun lalu.
Dia tidak peduli orang yang melihat akan menertawakannya atau bahkan berbelas kasihan.
Justru dari belas kasihan itulah yang dia inginkan demi mewujudkan ambisi duduk di kursi wakil rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Banyumas mengembangkan kelapa genjah untuk meningkatkan keselamatan penderes nira sekaligus mendukung produksi gula kelapa dan gula semut ekspor.
Jaksa mengungkap sejumlah nama samaran yang digunakan eks Ketua Ombudsman Hery Susanto dalam komunikasi terkait perkara dugaan suap Rp4,8 miliar.
Liburan sekolah tak harus mahal. Simak berbagai ide liburan hemat yang tetap seru, edukatif, dan mempererat kedekatan orang tua dengan anak.
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menggeledah Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja, dalam penyidikan dugaan
Sebagai perusahaan BUMN yang berkelanjutan, PT Pegadaian terus memperluas cakupan program kemitraan dan bina lingkungan yang menyentuh masyarakat.