Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Harianjogja.com, BANTUL-Penanganan kasus dugaan politik uang jelang pemilu di Bantul macet. Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) belum dapat menjerat caleg yang dinilai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) melakukan money politics.
Divisi Hukum Panwaslu Bantul Harlina mengatakan, lembaganya telah menemukan dugaan politik uang yang dilakukan sejumlah caleg di Bantul.
Ada empat kasus politik uang yang ditemukan Panwaslu, di antaranya terjadi di Kecamatan Pleret, Jetis dan Banguntapan.
Politik uang itu dilakukan dengan modus membagi-bagikan barang ke masyarakat dengan kompensasi memilih caleg yang bersangkutan. Di antaranya barang berupa kain batik. Ada pula caleg yang membagi-bagikan uang ke kas Perkumpulan di masyarakat.
"Barang ada, uang juga ada, saya tidak bisa sebut organisasi apa yang menerima uang yang jelas perkumpulan," ungkap Harlina, Senin (24/3/2014).
Sesuai prosedur, pelanggaran pemilu yang masuk kategori pidana seperti politik uang di teruskan ke Gakumdu. Lembaga ini terdiri dari unsur Panwaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Gakumdu berwenang memutuskan apakah kasus itu akan diproses secara hukum pidana atau tidak.
Namun sayang, sesampai di Gakumdu, empat kasus itu menurut Harlina justru dihentikan. Pihak Kepolisian dan Kejaksaan, menurut dia, mengklaim tidak ada cukup bukti untuk meneruskan kasus tersebut. "Kami tidak bisa memutuskan sendirian karena harus diputuskan oleh Gakumdu, jaksa dan polisi menganggap bukti tidak cukup," ujarnya.
Padahal, kata dia, Panwaslu sangat yakin telah terjadi pelanggaran pidana pemilu. Kendati tidak bisa berlanjut ke ranah hukum, Panwaslu, lanjutnya, dapat mengeluarkan pernyataan bahwa telah terjadi pelanggaran pemilu.
Pernyataan itu bakal menjadi fakta bahwa, Pemilu 2014 di Bantul sudah diwarnai politik uang. "Karena berdasarkan temuan kami secara prosedur pemilu, kami melihat memang terjadi pelanggaran," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.