Ditemukan Penderita TBC yang Kebal Obat

Selasa, 25 Maret 2014 19:17 WIB
Ditemukan Penderita TBC yang Kebal Obat

Harianjogja.com, JOGJA-Kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Jogja meningkat tiap tahunnya, bahkan belakangan justru ditemukan penderita kebal obat. Jogja terhitung rawan pada penyakit kuman mycobacterium tuberculosis ini karena termasuk daerah padat pemukiman.

“Di Jogja kebal obat baru ditemukan 2013,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Jogja Citraningsih saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/3/2014).

Kendati begitu, ia belum memperoleh laporan pasti berapa jumlah total penderita TB kebal obat atau multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB). Saat ini, penderita kebal obat dalam perawatan Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito.

Ia mengatakan, kebal obat diakibatkan penderita yang tidak rutin mengonsumsi obat Isoniazid (INH) sampai enam bulan. Penderita berhenti minum setelah merasa tubuhnya sehat.

Selain itu, obat juga diminum tidak tepat waktu. Seharusnya, obat diminum saat perut kosong atau sebelum perut diisi kurang dari dua jam ketika pagi. “Dampaknya, mereka yang tertular penderita TB kebal obat juga bisa langsung terjangkit TB kebal obat,” kata dia.

Penularan TBC sangatlah mudah, yakni lewat udara, misalnya, ketika penderita yang tidak menutup mulutnya dengan masker bercakap, atau penderita sedang batu berdahak. Kuman TBC akan tertahan pada rumah yang lembab, tidak terkena sinar matahari.

Sementara pengobatan pada kebal obat juga lebih lama, yakni butuh waktu dua tahun dan saat pengobatan tahap pertama selama enam bulan perlu disuntik tiap harinya. “Bahkan biayanya mahal bisa sampai ratusan juta, seharga mobil Avanza,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online